Pemkab Sampang Simpulkan Tiga Sebab Turunnya Produksi Garam, Harga Salah Satunya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Dokumen) EVALUASI: Pemerintah temukan tiga penyebab turunnya produksi garam di Sampang, salah satunya soal harga.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Setelah dua tahun turun drastis, akhirnya pemerintah melakukan evaluasi turunnya produksi garam di Sampang. Disebut ada tiga faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target produksi.

Sebab penurunan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir, yakni tahun 2020 dan kepastian tahun ini juga tidak mencapai target. Sehingga pemerintah melakukan evaluasi dari sejumlah aspek. Tahun 2020, dari target 290.000 ton, tercapai 174.598 ton. Kemudian pada tahun 2021, dari target 295.000 ton, tercapai 120.000 ton (per Oktober 2021).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sampang, Moh. Mahfud mengaku sudah melakukan evaluasi. Untuk sementara, masih ada tiga faktor yang menjadi penyebabnya. Yakni yang pertama adalah semangat para petani menurun.

“Kemungkinan besar dan berdasarkan dengan hasil wawancara dengan PT. Garam, karena soal harga. Sebab harga garam sangat rendah dan cenderung merugikan petani, ” katanya.

Selain itu, faktor minimnya penyerapan, baik oleh PT. Garam maupun perusahaan swasta. Sehingga membuat petani tidak menggarap lahan garam secara maksimal.

Sementara faktor keempat, akibat faktor alam. Petambak mengaku sering turun hujan. Sehingga hasil produksi menurun dibanding dua tahun lalu. Namun, diakui jika evaluasi akan terus dilakukan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi. Sehingga akan diketahui apa saja faktor penyebab turunnya produksi garam. Namun tiga faktor di atas adalah penyebab utama, ” tegas Mahfud untuk memastikan pihaknya belum berhenti berupaya.

Selanjutnya, pihaknya mengaku akan mencari solusi terhadap tiga faktor penyebab turunnya produksi. Salah satunya meningkatkan semangat petani. Sehingga mereka kembali menggarap lahannya secara maksimal tahun depan.

Selain itu, direncanakan akan berkoordinasi dengan perusahaan penyerap garam. Sehingga penyerapan garam lebih banyak. Termasuk berkoordinasi dengan PT. Garam.

“Tentunya kami tidak hanya sekedar mengevaluasi. Namun ada tindak lanjut yang kami rencanakan. Sehingga tahun depan target produksi bisa tercapai,” harap Mahfud.

Dikatakan, jika target produksi di daerah tidak mencapai target, maka akan berpengaruh pada target nasional. Sehingga perlu segera dilakukan antisipasi untuk produksi tahun depan.

Mahfud menambahkan, selama ini pihaknya sudah melakukan dorongan kepada petambak garam. Seperti melakukan kegiatan pembinaan, integrasi lahan, pemberian bantuan dan sejenisnya. Namun, tiga faktor hasil evaluasi yang lebih mempengaruhi.

Produksi Garam Sampang Dua Tahun Terakhir

– Tahun 2020: target 290.000 ton dan tercapai 174.598 ton.

–  Tahun 2021: target 295.000 ton dan tercapai 120.000 ton (per Oktober 2021)

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *