Pemkab Sampang Targetkan Wisata Kampung Belanda Dikelola Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KETAT- Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sampang kembali diperketat dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Pemerintah Kabupaten Sampang mencanangkan pembangunan wisata Kampung Belanda di Desa Krampon, Kecamatan Torjun. Pemkab menargetkan, setelah dikembangkan, wisata tersebut  dikelola desa setempat.

Dinas Pemuda, Olahraga, kebudayaan dan pariwisata (Disporabudpar) Sampang tengah mempersiapkan pembangunan objek wisata tersebut.. Survei dan pendataan rumah sisa peninggalan Belanda sudah dihitung. Selanjutnya akan dimulai proses pembangunan.

Bacaan Lainnya

Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilam, mengaku bahwa dalam pencanangan itu, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. Salah satunya PT. Garam. Selama ini, keturunan pegawai PT. Garam menempati rumah peninggalan Belanda di Krampon.

“Kita sudah mulai hitung berapa sisa rumah peninggalan Belanda di Krampon. Jika ada yang rusak, kami perbaiki tanpa mengurangi nilai sejarah. Pendataan sudah kami jalankan,” ungkapnya..

Menurutnya, wisata Kampung Belanda bagus untuk dikembangkan. Sebab di lokasi itu, ada bangunan peninggalan sejak zaman Belanda. Sehingga perlu dibangun sebuah kampung yang fasilitasnya lengkap. Mulai lapangan sepak bola hingga kolam renang.

Ia menambahkan, penghitungan bangunan sisa Belanda masih dalam pendataan. Termasuk sejumlah fasilitas lainnya yang usianya cukup tinggi. Sebab, di lokas itu menarik bukan karena hanya dibangun Belanda. Namun, lokasi juga menarik karena kehidupan yang rukun dengan konsep bangunan berbentuk perkampungan.

“Di sana bentuk bangunan tidak sama. Ceritanya, perbedaan itu dipengaruhi oleh jabatan orang yang menempati. Makanya kami dalami sebagai daya tarik di Kampung Belanda,” katanya.

Mntan Camat Jrengik itu menegaskan, pemerintah daerah mendorong wisata itu agar dikembangkan. Direncanakan pengelolaan selanjutnya akan diserahkan ke pihak desa. Baik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ataupun  melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

“Setelah kita selesai memulai membangun, wisata Kampung Belanda ini kami kembalikan ke desa. Sehingga lokasi wisata bisa dirawat dengan baik dan terus berkembang. Jadi wisata itu menjadi pelengkap beberapa jenis wisata di Sampang,” pungkasnya. (man/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *