Pemkab Sampang Tarik Fasilitas Rumdin Guru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MEMPRIHATINKAN: Penghuni rumah dinas guru di Jalan Syamsul Arifin diperintah segera mengosongkan tempat dalam waktu dekat

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penghuni rumah dinas (rumdin) guru dan kepala sekolah di Jalan Syamsul Arifin dikagetkan dengan adanya surat mendadak. Mereka diminta segera mengosongkan perumahan yang selama ini diisi oleh keluarga sejumlah tenaga pengajar di Kabupaten Sampang.

Waktu pengosongan yang diperintahkan berdasarkan surat pemberitahuan itu sangat singkat. Paling lambat penghuni sudah mengosongkan lokasi tanggal 15 Desember 2020. Kurang lebih dua minggu setelah para penghuni menerima surat pemberitahuan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan diterima penghuni, hari Rabu tanggal 2 Desember 2020. Pemerintah daerah berdalih pengosongan berdasarkan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19/2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Direncanakan pemerintah akan menertibkan izin pemanfaatan.

Sehingga, penghuni diminta secara mendadak pindah ke lokasi lain. Sayangnya, pemerintah belum memberikan solusi tempat tinggal mereka. Sebab tidak semua penghuni dengan cepat mendapatkan pengganti tempat tinggal. Terutama yang bukan penduduk asli Sampang.

Tidak hanya itu, para penghuni rumdin tidak hanya disibukkan dengan mencari tempat tinggal baru. Namun, mereka juga harus menyelesaikan tanggung jawab selama di rumdin. Mulai tagihan rekening listrik, air dan telepon. Setelah itu, mereka diminta secepatnya menyerahkan kunci rumah kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang.

“Kami sangat kecewa dengan keluarnya surat yang sifatnya mendadak. Kami kelimpungan mencari tempat tinggal baru. Selain itu, dengan cepat kami harus memindah barang-barang,” kata salah satu penghuni rumdin yang menolak disebut namanya.

Pihaknya menyadari jika rumah yang ditempatinya bukan hak milik. Namun, mereka menyayangkan tidak adanya sosialisasi minimal sebulan sebelumnya. Secara mendadak surat diedarkan dan diberi waktu tidak lebih dua minggu. Sementara mencari tempat tinggal baru tidak mudah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiyawan menjelaskan, pengosongan itu dalam rangka penertiban aset daerah. Salah satunya, lokasi rumdin akan dilakukan penataan kembali sesuai tujuan pembangunan pemerintah.

 

“Lahan itu akan dioptimalkan untuk pemanfaatan percepatan pembangunan. Sehingga kami berharap sisa waktu yang ada dimanfaatkan oleh penghuni untuk siap-siap mengosongkan lokasi,” katanya. (man/mam)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *