oleh

Pemkab se-Madura Disebut Tidak Satu Spirit Memperjuangkan Provinsi Madura

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Harapan seluruh masyarakat Madura untuk memiliki provinsi sendiri, nampaknya belum bisa berjalan mulus.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Fathor Rohman,salah satu penyebabnya adalah karena keempat pemerintah kabupaten (pemkab) di Madura belum pernah duduk bersama untuk membicarakan iktikad baik tersebut.

Hingga saat ini,klaimnya, hanya pihaknya dan Pemkab Sumenep yang tampak antusias menyuarakan keinginannya untuk menjadikan Madura sebagai provinsi. Sementara dari kedua kabupaten lainnya, Bangkalan dan Sampang, belum tampak ada koordinasi yang jelas.

Fathor mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan mengomando keempat pemkab untuk mau diajak duduk bersama guna membicarakan lebih serius berkaitan dengan cita-cita besar masyarakat Madura memiliki provinsi sendiri.

“Nanti kami akan ajak pemkab yang lain untuk duduk bareng membicarakan ini,” tuturnya.

Menurut Fathor, ada dua cara agar Madura bisa mulus menjadi provinsi,yaitu dengan memekarkan kabupaten, sehingga tercipta lima kabupaten di Madura. Atau, mengubah syarat provinsi yang awalnya harus lima kabupaten menjadi empat kabupaten sebagaimana diusulkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebelumnya.

Sementara menurut Fathor, dari keempat kabupaten di Madura, hanya Kabupaten Pamekasan yang layak menjadi ibu kotaprovinsi saat Madura menjadi provinsi nantinya. Sebab Pamekasan telah memiliki banyak hal yang cukup untuk menyandang label ibukota.

“Yang lain tidak layak. Karena bakorwil ada di Pamekasan dan banyak hal yang dimiliki Pamekasan yang lebih unggul dari kabupaten lain,” ujarnya.

Meski Pamekasan disebut kebutuhan pangannya masih banyak disuplai kabupaten lain, Fathor menyebut, ibukota tidak harus bisa memenuhi segala kebutuhan pangan dari dalam kota itu sendiri, sebab DKI Jakarta dan Surabaya sebagai ibukota juga tidak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk kotanya sendiri.

Fathor menegaskan bahwa kabupaten lain belum layak menjadi ibukota. Pasalnya, secara historis, Pamekasan memiliki sejarah sebagai koordinator wilayah diPpulau Madura. Disebutnya bahwa karesidenan dan badan koordinator wilayah (bakorwil) berada di Pamekasan.

Selain itu, Kabupaten Pamekasansecara geografis berada di tengah-tengah Pulau Madura, sehingga akses menuju ibukota akan sama rata, baik dari Bangkalan Sampang dan dari arah Sumenep.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ali Wafa Subki. Menurutnya, banyak hal yang membuat Kabupaten Pameksan lebih layak menyandang status ibukota, mulai dari segi pendidikan, olahraga dan lainnya, termasuk historis menjadi alasan utama.

“Memang secara historis kita pernah memiliki karesidenan, kita punya bakorwil, perwakilan provinsi selama ini ada di Pamekasan,” ulasnya. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed