oleh

Pemkab Siap Realisasikan Program Integrasi Lahan Garam 30 Ha

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mempersiapkan lahan garam terintegrasi. Alasannya, agar produksi garam semakin meningkat. Sebab, di tahun sebelumnya tidak dapat merelisasikan lahan yang bersumber dari pemerintah pusat itu.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep Sri Harjani mengutarakan, saat ini pihaknya sudah proses merealisasikan, setelah sebelumnya sudah mengajukan pada pemerintah pusat. Lokasinya di Kecamatan Gapura dan Kecamatan Talango.

“Dua kecamatan itu mendapatkan jatah masing-masing 15 hektare,” katanya, Minggu (12/01/2020).

Dijelaskan, saat ini masih proses sosialisasi pemerintah pusat dari akhir Januari hingga awal Februari 2020. Untuk selanjutnya realisasi akan disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat.

“Jika direalisasikan, diharapkan akan menambah produksi dari tahun sebelumnya. Sebab, lahan tersebut sangat penting bagi petambak garam,” ujarnya.

Sri Harjani meyakini dengan adanya lahan tersebut dapat meningkatkan produksi garam yang juga dapat memperbaiki kesejahteraan petani garam. Untuk diketahui, pada tahun 2019 lalu produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton.

“Stok garam pada tahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton. Hal tersebut dihasilkan dari garam rakyat Sumenep dan produksi garam pun juga bersumber dari garam rakyat,” paparnya.

Hasil produksi garam tersebut berasal dari 11 Kecamatan, di antaranya Kecamatan Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Talango, Dungkek, Ra’as, Arjasa, Kangayan, dan Kecamatan Sapeken dengan luas lahan keseluruhan mencapai 1.967,42 hektare.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep, Arif Rusdi mengutarakan, dalam rangka membantu petani garam, melalui pemerintah pusat para petani sudah diberi bantuan teknologi geomembran yang saat ini sudah mulai digunakan. Dengan kebijakan tersebut, pihaknya yakin dengan total luas lahan sekitar 2.000 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan akan mencapai target produksi dengan baik.

“Saya berharap produksi garam tahun 2020 bisa memproduksi sebayak 500 ton garam,” paparnya.

Dijelaskan, pada tahun sebelumya, lahan integrasi garam terpusat pada kecamatan Kalianget, Gapura, Pragaan, dan Kecamatan Bluto. Bahkan, hingga saat ini semuanya sudah mencapai 77 hektare dari tahun 2016 hingga 2018. Harapannya, masyarakat bisa mendukung program yang akan diberikan pemerintah pusat itu. “Saya yakin tahun 2020 akan ada lagi lahan integrasi garam,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat pada tahun ini memproduksi garam dengan menggunakan teknologi geomembran. Alasannya, pengolahan garam dengan menggunakan geomembran akan mempercepat proses produksi dan hasilnya lebih bagus dibandingkan menggunakan cara tradisional.

“Integrasi lahan garam dengan sistem teknologi geomembran mempercepat masa panen garam dan harganya akan lebih baik sebab, kualitasnya juga jauh lebih bagus,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

Komentar

News Feed