Pemkab Siapkan Aplikasi Tangkal Makelar Layanan BPJS di Rumah Sakit

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) TALK SHOW: Resah dengan makelar di pelayanan kesehatan, Pemkab rencanakan sistem baru dengan aplikasi IT.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Ditengarai ada makelar dalampelayanan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Layananyang seharusnya gratisdi rumah sakit itu, masih dikenakan biaya. Penarikan biaya diduga dilakukan pihak yanga berposisi sebagai makelar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi mengakui, adanya makelar tersebut memang menjadi problem di rumah sakit itu sendiri.Sehingga pihaknya akan terus berupaya untuk membersihkan adanya makelar di setiap rumah sakit.

Ditambahkan, mekelar tersebut disebabkan banyaka masyarakat yang tidak tahu. Sehingga anggapan masyarakat dengan adanya makelar, segala urusan lebih mudah. Dia ingin masyarakat tidak resah dengan keberadaan makelar, karena menggunkanan kartu BPJS atau Kartu Sampang Sehat ini gratis.

Terkait adanya kartu Sampang Sehat yang tidak diterima oleh masyarakat, kata Agus, kartu tersebut diserahkan ke kepala desa (kades), namun masih dipolitisi. Untuk mengetasi itu, pihaknya akan berupaya untuk pendekatan. Selain itu, nantinya di desa akanmenjadi penggerak kesehatan.

“Mekelar adalah salah satu problem di rumah sakit, dan ini terjadi karena banyak ketidaktahuan masyarakat soal kartu BPJS. Dan untuk kartu BPJS kami proses pendekatan ke kades,” tuturnya, Rabu (16/12/2020).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan menuturkan, jika pelayanan tersebut masih menggunakan jasa orang lain, yang dalam hal ini makelar, sampai kapanpun, pelayanan kesehatan tersebut tidak akan sempurna. Apalagi keberadaan makelar tersebut dijadikan permainan didalam.

Dengan problem tersebut, kedepan pemerintah daerah akan melakukan terobosan melalui pelayanan sistem teknologi informasi (IT). Sehingga ketika pasien tersebut sudah didaftarkan melalui IT, dokter dan kamarnya akan diketahui. Namun terobosan tersebut masih menunggu aplikasi Sampang Smart Room sudah aktif.

Baca juga  Proyek Jalan Rp500 Juta di Gili Genting, Kabupaten Sumenep Rentan Lampaui Deadline

Sehingga, dengan Smart Roum pasien bisa melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan dari rumah melalui aplikasi. Sistem ini mempermudah dan mempercepat pelayanan kesehatan, dan tidak adanya makelar. Selain itu, pihaknya akan melibatkan semua istansi untuk meningkatan SDM, sehingga dengan sistem tersebut kesejahteraan masyarakat desa terpenuhi.

“Kami melakukan monitoring memang ada sistem yang harus dibenahi. Jadi, nanti kami bikin pelayanan dengan IT. Temuan adanya pelayanan tidak baik itu bukan hanya di RSUD, tapi semua pelayanan kesehatan di berbagai istansi sama,”cetusnya.

Temuan adanya mekelar tersebut diketahui setelah salah satu peserta yang mempersentasikan pada acara talk showapa kabar Sampang yang digelar oleh MDW dan Jaka Jatim Sampang. Dalam momen itu, narasumber itu tidak ingin disebutkan namanya dan pernyataanya disaksikan sejumlah aktivis yang hadir pada kegiatan tersebut. (mal/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan