oleh

Pemkab Sumenep Abaikan Nasib GTT Non K2

Kabarmadura.id/Sumenep-Nasib tenaga honorer non kategori 2 (K2) di Kabupaten Sumenep hingga saat ini belum jelas. Sebab, Kebuntuan sistem kebijakan belum berpihak pada keadilan. Hal ini diakui, Bendahara Dinas Pendidikan (Disdik )Sumenep, Rahman, Minggu (13/09/2020).

Menurutnya, tenaga honorer non K2 tidak terdaftar pada bantuan langsung tunai (BLT) dari BPJS ketenagakerjaan, masih banyak guru yang perlu diajukan. Seperti guru tidak tetap (GTT) guru K2 yang lebih menjadi prioritas.

“Untuk guru non k2 sama sekali belum diajukan pada BLT dari Kementrian,” katanya.

Dia menjelaskan, sebanyak 3.502 GTT non K2 di Sumenep masih sangat tidak tersentuh. Sebab, masih fokus pada GTT K2. Dia mengakui pengabdian GTT sudah bertahun-tahun. Namun, belum saatnya mendapatkan hal tersebut.

 “Meski belum dapat BLT mereka sudah digaji sebanyak Rp500 ribu setiap bulannya,” tuturnya.

Guru Honorer Badrit Tamam mengatakan, belum mendapatkannya bantuan merupakan ketidak adilan. Menurutnya, kinerja setiap guru baik, honorer maupun non K2 sama-sama mengajar. Bahkan, bertahun-tahun lamanya hanya mendapatkan gaji Rp500 ribu.

 “Bukan persolan ikhlas tidak ikhlas. Tetapi, keadilan harus juga diperhatikan,” paparnya.

Dia berharap, BLT honor GTT non K2 juga memperoleh bantuan tersebut. Sebab kebutuhan untuk keluarga sangat mendesak, dan harus ada penyetaraan. Salah satu dasarnya,  sama-sama berjuang untuk kemajuan siswa dan pemerintah pada umumnya.

“Permohonan untuk mendapatkan BLT sangatlah penting bagi saya serta GTT non K2 lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri sangat mendukung agar pemerintah memberi perlakuan yang sama antara GTT non-K2, dengan K2. Sebab ketika bekerja di lapangan pengabdiannya sangat luar biasa.

“Mereka juga sama sama mengajar meninggalkan anak dan istri. Apakah tidak seharusnya diseimbangkan,” responya.

Syukri berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib tenaga honorer non K2, apalagi usia rata-rata sudah menjelang senja (tua), terlebih pengabdiannya sudah lama. “Ini kan juga harus difikirkan oleh pemerintah,” tukasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed