Pemkab Sumenep Edukasi Petani agar Cerdas Pasarkan Tembakau

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MONITORING: Saat bagian ESDA turun langsung meninjau pelaksanaan SLPTT di Kecamatan Ganding.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Demi memastikan efektivitas realisasi program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021, Bagian Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding, Sumenep.

Kepala Bagian ESDA Setda Sumenep Mohammad Sahlan mengatakan, terdapat 6 organisasi perangkat daerah (OPD) yang kecipratan DBHCHT yang harus dimonev. Saat ini pihaknya meninjau pelaksanaan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).

Bacaan Lainnya

“Ini dilakukan dalam rangka memberikan pembinaan kepada petani tembakau. Sekolah lapang ini mengedukasi kepada petani agar lebih bagus hasilnya,” kata Sahlan (15/9/2021).

Pada pelaksanaan SLPTT tidak hanya fokus pada kualitas hasil tataniaga, tetapi di masa saat ini, harus ada materi yang mengarah atau memberi pemahaman terhadap proses penjualan hasil panen tembakau.

Karena secara regulasi, pemerintah tidak bisa menentukan ketentuan harga. Sehingga pemerintah hadir sebagai pemberi pemahaman dan fasilitator. Harapannya agar harga tembakau bisa benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“SLPTT masukan kami mestinya disesuaikan dengan kondisi pertanian. Kalau saat ini kan sudah menjelang musim panin, maka sekolahnya harus tentang penjualannya. Jika baru mau nanam, maka fokus pada perawatan agar tembakaunya bagus,” imbuhnya.

Kasubag SDA Pertanian, Perikanan dan Kelautan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep Andi Suprapto juga menjelaskan bahwa ada beberapa penggunaan DBHCHT yang tersebar di beberapa OPD.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menerima bagian dana DBHCHT sebesar Rp45,7 miliar. Anggaran itu difokuskan kepada pengawasan dan edukasi para petani tembakau dan bantuan langsung tunai (BLT) DBHCHT yang menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) dari buruh yang bekerja di seputar industri pertembakauan.

“Misalnya para buruh yang bekerja di pabrik rokok, para pelerja lain seperti tukang yang bekerja di lahan pada proses menanam tembakau. Intinya yang ada kaitannya dengan tembakau,” papat Andi.

Reporter: Rozin

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *