Pemkab Sumenep Gelar Tiga Even Menakjubkan

  • Whatsapp
MENAKJUBKAN: Pembukaan festival yang digelar Pemkab Sumenep yang berlangsung sangat meriah.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Heritage Culinary Festival, Festival Dalang Remaja dan Direct Promotion Pariwisata Sumenep digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kegiatan tersebut dilangsungkan selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/10) dan itu merupakan rangkaian program Visit Sumenep 2019.

Kekayaan yang dimiliki Sumenep, kuliner dan kesenian topen dalang, menjadi potensi luar biasa. Terhadap kekayaan luar biasa itu, Pemkab Sumenep mencoba mengangkat melalui festival kuliner hingga mampu nampak ke permukaan, dan mengangkat perekonomian masyarakat.

Saat pembukaan kegiatan tersebut, Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, potensi kuliner lokal di Sumenep jangan sampai hanya potensi belaka yang tidak memiliki dampak apa-apa. Namun diharapkan, kekayaan kuliner menjadi kekayaan daerah.

“Jangan hanya sebatas menjadi potensi saja. Tapi harus mampu diangkat menjadi kekayaan daerah, yang kemudian memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat melalui potensi kuliner itu sendiri,” tuturnya saat pembukaan festival kuliner, Sabtu (12/10) malam.

Pemkab Sumenep akan ambil bagian, serta berkomitmen untuk mengnagkat kuliner dan terus melestarikannya. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengenalkan beragam kuliner daerah Sumenep ke masyarakat Indonesia hingga tingkat dunia.

Tak hanya itu, lanjut bupati dua periode itu, ketika kuliner Sumenep terangkat ke permukaan dan diketahui masyarakat luas karena rasanya yang khas, maka pada akhirnya akan mampu mengikat pariwisata untuk datang ke Sumenep. Maka potensi ekonomi akan menghampiri masyarakat Sumenep.

“Pemkab berkomitmen tidak hanya sebatas melestarikan potensi kuliner lokal, tapi ingin mengenalkan beragam makanan daerah kepada masyarakat luas. Kuliner lokal yang terkenal hingga ke luar daerah, tentunya akan menarik dan memikat wisatawan datang ke Sumenep. Pada akhirnya, mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” paparnya.

Rangkaian Festival Kuliner Madura di antaranya, memecahkan rekor dunia dengan menyajikan 750 porsi kaldu kokot dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) di Taman Potre Koneng, Workshop Kuliner di Graha Adi Poday dan Topeng Dalang di lapangan kesenian Gotong Royong.

Terdapat 68 stan, terdiri dari 56 stan bazar kuliner etnik dan 12 stand produk unggulan PKK Kabupaten Sumenep. Pernik-pernik lampion mewarnai pada malam pembukaan festival di sepanjang jalan Dr Soetomo.

Pada fetival kuliner ini, Pemkab menerapkan pengurungan limbah plastik. Hal itu diwujudkan dengan penggunaan stand kuliner etnik, di mana bungkus makanan tidak menggunakan styrofoam dan kantong plastik, namun diganti dengan paper bag atau berbahan kertas.

Berkenaan dengan festival topeng dalang, Bupati Sumenep mengatakan, festival tersebut merupakan wujud dari Pemkab Sumenep, supaya topeng dalang terus bermunculan generasi baru.

Munculnya generasi-generasi baru topeng dalang, akan mencrgah musnahnya kesenian tersebut. Sehingga pelaku topeng dalang tidak hanya bagi kalangan tua, tapi generasi muda juga menguasai keseluruhan dan juga menjadi pelaku di dalamnya.

“Keinginan pemerintah daerah, supaya tumbuh generasisasi baru. Sehingga tidak hanya bagi yang tua-tua yang sering tampil dimana-mana untuk topeng dalang, tapi kami ingin ada remaja-remaja, makanya kita lombakan,” ungkapnya.

Ditambahkan bupati, kegiatan tersebut merupakan bagian kekayaan dari potensi Sumenep yang sudah dirasakan oleh semua masyarakat Sumenep. Baik festival kuliner, festival topeng dalang, kemudian direct promotion pariwisata lebur di dalamnya untuk promosi wisata.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikulturl, Guntur Sakti mengaku sangat takjub dengan kesatuan tiga kegiatan dalam satu event yang dilaksanakan Pemkab Sumenep.

Guntur juga memuji kampanye mengurangi pemakaian limbah plastik yang diusung pada kegiatan tersebut. Hal itu membuktikan, bahwa Sumenep masih sangat menjaga alam.

“Kami tidak merasa ragu karena daya saing alam saat ini. Sebab budaya serta kreativitas di sini (Sumenep, red) sudah sangat luar biasa. Insyaallah Sumenep akan menjadi salah satu kabupaten yang menjadikan pariwisata sebagai leading sektor yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Pada Minggu (13/10), digelar penyajian 750 porsi kaldu kokot, lalu lomba memasak beregu yang terdiri dari mertua dan menantu, lomba mewarnai untuk anak-anak usia dini, hingga workshop kuliner yang dipandu langsung oleh Master Chef Indonesia, Chef Juna Rompandey dan Chef Profesional, Chef Budi. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *