Pemkab Sumenep Jadikan Ayam Bekisar Kangean Potensi Unggulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBAIDI) MAINAN MAHAL: Ayam bekisar di Kepulauan Kangeana menjadi ciri has tersendiri bagi Kabupaten Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Potensi ayam bekisar di Kepulauan Sumenep, khususnya di Pulau Kangayan, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Hal tersebut dibuktikan dalam kunjungan bupati Sumenep bersama forkopimda dalam kegiatan Safari Kepulauan yang dilaksanakan dalam sepekan ini.

Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim mengatakan, ayam bekisar harus tetap terjaga. Dengan demikian, ciri khas Sumenep di berbagai wilayah tetap terjaga. Harapannya, ayam bekisar terus dikembangkan masyarakat Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Penangkaran ayam bekisar dibuatkan kampung penangkaran ayam bekisar agar lebih bagus,” katanya.

Menurut Camat Kangayan Pulau Kangean H. Mohammad Hosen, memang perlu adanya penangkaran ayam bekisar, agar keberadaannya tidak punah. Dia berharap kepada kepala desa yang ada di Kepulauan Kangean untuk memperhatikan pendanaannya untuk mendukung peningkatan populasi ayam bekisar

Dia berharap kepada kepala desa di Kepulauan Kangean untuk memperhatikan pendanaannya untuk mendukung peningkatan populasi ayam bekisar. Misalnya dengan menggunakan dana pemberdayaan melalui dana desa (DD).

“Ini layak dan wajib dekembangakan,” tukas dia.

Kepala Desa Torjek, Kecamatan Kangean, Mukenap, sudah siap membantu penangkaran ayam bekisar menggunakan dana desa yang dimiliki. Juga akan menajdikan Desa Torjek sebagai ikon ayam bekisar.

“Rencana itu memang sudah ada dari sejak kemarin-kemarin,” papar dia.

Pihaknya juga meminta agar para ahli penangkaran ayam tersebut membagi ilmu dengan masyarakat sekitar, terutama ditularkan kepada para generasi mudanya sebagai penerus dan berkelanjutan.

“Agar ada regenerasi. Sehingga, tidak punah,” tukasnya.

Sementara itu, warga setempat bernama Mahdani mengatakan, ayam berkisar memang sangat berpotensi. Bahkan, harganya pun cukup terjangkau. Yakni, senilai Rp4 hingga Rp7 juta. Jika masih anakan sekitar Rp3 juta.

Kelebihan dari ayam bekisar tersebut dari segi kemerdua suara dan bulunya yang indah. Dirinya sudah memelihara ayam tersebut mulai sejak lama. Bahkan, sudah mendapat penghasilan yang baik dari kegemaran itu.

“Sebenarnya harga itu nomor dia. Tatapi, keindahan dan bunyi merdunya membuat masyarakat berkumpul untuk mengetahui ayam tersebut,” tukas dia. (imd/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *