oleh

Pemkab Sumenep Lelang Kendaraan Tua

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kendaraan pelat merah yang tidak bisa difungsikan sudah diajukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Kabupaten Sumenep. Sebanyak 33 unit kendaraan mulai terdata. Namun, yang terlelang hanya sebanyak 19 unit kendaraan, roda 4 dan roda 2.

Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rudi Yulianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Aset Sumenep Imam Hidayat mengatakan, kendaraan roda 4 mulai diajukan tahun ini untuk proses lelangnya. Untuk tahap pertama diajukan sebanyak 21 unit kendaraan plat merah, hanya 19 kendaraan  terlelang.

Untuk tahap kedua diajukan sebanyak 14 unit roda 4 bus dan kendaraan roda 2. Kendaraan tersebut merupakan pengajuan tahap pertama yang gagal.  “Untuk jumlah keseluruhan sebanyak 33 unit kendaraan yang sudah diajukan,” pengakuannya, Selasa  (29/09/2020).

Dia mengatakan, mengenai mekanismenya, dilakukan pengajuan penghapusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kemudian, didisposisi oleh bupati untuk diproses oleh BPPKAD dan diajukan ke KPKNL. Setelah turun laporan penilaian dari KPKNL diajukan BPPKAD lelang ke KPKNL baru dilakukan pelelangan. “Tidak langsung dilelang untuk masa berlakunya penilaian hingga 6 bulan,” ujarnya.

Dia mengaku, masih banyak kendaraan yang belum diajukan OPD. Menurutnya kurang lebih 11 unit. Sebab, pengusulan tidak mudah dan membutuhkan proses yang lama. “Saat ini fokus pada 14 kendaraan yang menunggu penilaian dari KPKNL untuk dilakukan lelang,” jelasnya.

Mengenai harga, jika mengacu pada tahun sebelumnya senilai Rp300-400 ribu per unit khusus kendaraan roda 2 . Sedangkan untuk mobil senilai Rp3 hingga Rp35 juta per unit. “Saat ini masih menunggu mas,” tukasnya.

Diketahui, pada tahun 2018 hingga 2019 pemkab sudah melelang sebanyak 50 unit kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2. Khusus pengurusan lelang, BPPKAD menganggarkan senilai Rp138 juta. Dana itu sebagai proses penilaian dan Rp260 untuk lelang dalam satu tahun.

Sementara itu, Pegawai KPKNL Maryono mengatakan, 21 kendaraan plat merah milik pemkab sudah masuk. Tetapi, 2 kendaraan gagal, lantaran tidak layak dengan harga yang ditawarkan. “Tinggal Bus dan sepeda motor saat ini diajukan kembali dan jumlahnya sebanyak 14 unit. Tahap kedua masih dalam proses penilaian,” tuturnya.

Menurutnya, jika ada pengajuan pada KPKNL maka akan segera dilelang. Sebab, KPKNL hanya memproses data kendaraan atau besi tua yang sudah masuk. “Kami akan terus melakukan pelelangan selagi ada pengajuan dari pemkab setempat,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumenep Nurus Salam meminta keberadaan aset milik negara di Sumenep wajib diawasi. Menurutnya, masih banyak aset yang digunakan tidak wajar seperti di lingkungan pemkab terlihat jelas kendaraan yang mubazir.

“Kami terus berharap untuk senantiasa di data mobil yang rusak setelah itu diajukan pada KPKNL,” janjinya. (imd/ito)

*Pelelangan Kendaraan Pelat Merah 2020

-Diajukan : 33 Kendaraan

-Terlelang :19 Kendaraan

Rincian

Roda 4 : 5 Kendaraan

Roda 2 : 14

-Belum terlelang : 14 Kendaraan

Rincian

Roda 4 : 10

Roda 2 : 4

 

Komentar

News Feed