Pemkab Sumenep Mengajukan 12 BUMDes Terima Bantuan Pemprov

(FOTO: KM/MOH RAZIN) POTENSIAL: Salah satu destinasi wisata di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi didukung oleh BUMDes.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Bantuan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak hanya bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga mengucurkan bantuan untuk mengembangkan BUMDes.

Berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, pada tahun 2021, terdapat lima desa yang sudah mendapat bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemprov Jatim. Sementara itu, pada tahun 2022 mendatang, ada 12 BUMDes yang akan diajukan untuk mendapatkan bantuan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMD Sumenep Tabrani menyampaikan, lebih separuh BUMDes di Kota Keris kontribusinya kurang jelas untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sementara untuk pengajuan, BUMDes aktif dan sudah jelas arah usahanya, itu yang diajukan. Tetapi, kami tidak dapat memastikan akan mendapatkan bantuan keuangan,” ungkap Tabrani.

Sementara itu, dari lima desa yang tercatat sebagai penerima bantuan berdasarkan pengajuan tahun 2020, yakni ada 8 BUMDes dan yang lolos hanya lima. Di antaranya di Kecamatan Saronggi terdapat dua desa yakni Desa Talang dan Desa Saronggi yang akan dipergunakan mengaktifkan kembali wisata Kirmata, selanjutnya di Kecamatan Kota dan Bluto.

“Kami sudah sampaikan pada desa yang bersangkutan, kami coba bantu, dan kendalanya lagi kadang aplikasinya suka eror. Maka, diharapkan desa rajin berkoordinasi da mengawal, takut ada yang kurang persyaratannya,” imbuhnya.

Dikatakan Tabrani, bantuan tersebut rutin setiap tahun. Pada tahun 2020 hanya sekitar tiga desa yang menerima bantuan. Sementara untuk tahun 2019 ada sekitar belasan desa yang sudah tercatat sebagai penerima dan tahun ini lima desa.

“Bantuan itu biasanya Rp50 juta tapi sekarang naik menjadi Rp75 juta. Ada lima desa atau lima BUMDes  yang akan menerima. Bantuan tersebut sifatnya stimulan, dan harus dibelanjakan penunjang, tidak habis sekali pakai,” paparnya.

Selanjutnya, Tabarani menuturkan, bantuan yang bersumber dari Pemprov Jatim masih dalam proses musyawarah lanjutan di desa. Pihaknya mengajukan 12 desa untuk mendapatkan bantuan.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan