Pemkab Sumenep Pesan 500 APD untuk Tenaga Medis, Dinkes: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Melayani Pasien

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) SEDIKIT: Pemerintah hanya memesan APD sebanyak 500 buah untuk tenaga medis.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengaku menyiapkan 500 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Sumenep.

Pembelian APD ini menelan dana Rp32.500.000 dengan harga masing-masing APD senilai Rp65.000.

Bacaan Lainnya

 

Kepala Dinas Kesehatan Dinkes Sumenep Agus Mulyono mengatakan, pihaknya sudah memesan APD untuk kebutuhan para tenaga medis di RSUD dr Moh. Anwar maupun puskesmas.

 

“Saat ini pemerintah terus menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, yang bersentuhan langsung dalam penanganan pasien Covid-19 atau virus corona,” katanya, Minggu (12/4/2020).

 

Dengan ketersediaan APD itu, Agus berharap para tenaga medis mampu bekerja lebih maksimal lagi dalam menangani pasien virus corona.

 

“Kami harap pembelian ini dapat membantu petugas kesehatan agar profesional, aman dan tenang dalam memberikan layanan,” paparnya.

 

Menurutnya, dalam situasi saat ini masyarakat wajib terus menjaga kesehatan tidak hanya di saat wabah Covid-19 seperti saat ini, tentunya agar bisa menjadi suatu kebiasaan yang baik dengan berdisiplin pada kehidupan setiap harinya.

 

Dijelaskan, idealnya Pemkab Sumenep punya stok 5.000 stelan APD untuk tim medis yang menangani Covid-19 di rumah sakit.

“Bila tersedia 5000 set, kita jadi tenang dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

 

Namun hal itu menurutnya tidak akan menjadi alasan dalam memberikan pelayanan optimal terhadap pasien yang terindikasi Covid-19. Menurutnya, jika ternyata kekurangan APD dalam kondisi darurat, pasien tetap harus tetap dilayani dan tenaga medis bisa berimprovisasi.

 

“Kalau sangat darurat, bisa menggunakan jas hujan dan alat lainnya untuk APD ini. Hal ini dilakukan jangan sampai pasien tidak ditangani,” tegasnya.

 

Untuk pemesanan APD, disebutkannya akan dibeli dari distributor yang telah ditunjuk oleh pemerintah atau tugas langsung yang dipersiapkan untuk pembelian.

“Semua harus sesuai prosedur dan kita sudah melengkapi semua itu. Saya berharap APD ini tetap tersedia,” pungkasnya. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *