Pemkab Sumenep Sediakan Rp60 M untuk Tangani Covid-19 Tahun 2022

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MASIH TINGGI: Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep menyediakan anggaran BTT senilai Rp60 miliar di tahun 2022.

KABARMADUA.ID | SUMENEP-Tahun 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tetap menyediakan dana untuk penanganan Covid-19. Nilainya masih tinggi, jika di tahun 2020 dan 2021 di kirasan Rp90 miliar, pada tahun 2022 senilai Rp60 miliar. Dana tersebut disebut belanja tidak terduga atau BTT.

Anggaran untuk memenuhi kebutuhan bencana non-alam itu disiapkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan baru kasus Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Ferdiansyah mengatakan, ada instruksi dari Menteri Luar Negeri (Mendagri) agar pemkab/pemkot tetap memerhatikan penanganan Covid-19 dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022.

Bacaan Lainnya

Amanat dari regulasi pemerintah pusat itu, pemkab harus menyediakan BTT minimal 5-10 persen dari APBD tahun sebelumnya. Sehingga, ditemukan angka Rp60 miliar yang harus disiapkan di APBD Sumenep 2022.

“Masalah penggunaanya masih belum dapat diperinci. Sebab, BTT ini kan disediakan ketika ada kebutuhan, baru akan dipetakan kepada organisasi perangkat daerah (OPD),” ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Dia berkaca pada tahun 2021, utamanya pada Juli lalu, kasus Covid-19 memuncak di luar prediksi. Maka, di saat itulah, pemerintah harus menyediakan anggaran cadangan.

Dia menuturkan, pada tahun 2021 dana BTT awalnya senilai Rp40 miliar, kemudian ada penambahan Rp6 miliar, sehingga menjadi Rp46 miliar. Sedangkan total untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp90 miliar. Untuk tahun 2022, penanganan Covid-19 dialokasikan sebanyak Rp60 miliar.

“Bisa jadi untuk bencana alam, karena saat ini intensitas hujan tinggi bisa disediakan Rp10 miliar khusus bencana alam. Tapi, masih menunggu perkembangan selanjutnya,” ujar pria dengan sapaan Dian itu.

Penggunaan BTT untuk tahun 2022 belum dapat surat keputusan (SK).

“Kami tidak berharap Covid-19 ada di Sumenep. Sehingga, dana dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.Tetapi, dalam rangka antisipasi, perlu disediakan,” imbuhnya

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.