oleh

Pemkab Sumenep Sepakati Salat Ied dengan Tatalaksana Covid-19

Kabarmadura.id/SUMENEP-Polres dan takmir masjid di Sumenep sepakat menunaikan salat ied di masjid. Namun masyarakat harus menggunakan tatalaksana Covid-19. Yakni, harus mengacu pada tatalaksana kesehatan. Bahkan keduanya sudah siap untuk melakukan pengamanan dan pengawasannya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyatakan, pihak kepolisian sudah siap mengatur serta mengawasi masyarakat agar tidak melanggar tatalaksana. Salah satunya dengan membuka Operasi Ketupat Semeru 2020. Tetapi, fokusnya pada pelayanan Covid-19.

“Jadi, kegiatan Idulfitri nanti akan dilakukan pengawasan secara ketat,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Dijelaskan, pihaknya melibatkan 113 personel yang akan dikerahkan, termasuk yang tersebar di setiak kepolisian sektor (polsek).

“Bagi yang tidak mengikuti protokol kesehatan maka tidak akan diperbolehkan masuk masjid,” ujarnya.

Ditambahkan, meski pihak kemanan sudah berusaha. Partisipasi masyarakat juga diharapkan mengikuti prosedur yang ada. Misalnya, bagi masyarakat yang lebih berpendidikan memberikan pemahaman pada masyarakata awam.

“Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan mas. Sebab, pihak keamanan tidak mungkin memantau setiap detik,” tukasnya.

Terpisah, Takmir Masjid Desa Lobuk Kecamatan Bluto Sahrudin mengatakan, dirinya juga siap mengikuti protokol kesehatan dan akan memberikan masukan dan memberkan pengumuman pada masyarakat.

“Pada waktu melakukan salat ied maka masyarakat diharapkan mampu melaksanakan protokol kesehatan yang ada,” paparnya.

Sebelumnya, memang ada surat edaran dari bupati Sumenep mengenai diperbolehkannya, salat ied. Tetapi, harus bersayarat. Hal tersebut akan terus diterapkan selama masyarakat tidak melanggar sama sekali.

“Kami akan terus berupaya pada masyarakat untuk mematuhi protokol keaehatan,” paparnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Agus Mulyono mengaku setuju salat ied boleh dilakukan di masjid. Tetapi, protokol keehatan harus betul diperhatikan. Setidaknya ada lima protokol kesehatan yang harus dipenuhi, yakni memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jaga imunitas dengan cara memakan makan yang sehat

“Dengan cara begitu insya Allah aman dan selamat dari Covid-19. Hal ini butuh komitmen bersama masyarakat tentunya antara satu sama lain saling mengingatkan. Kami dukung salat dilakukan di masjid yang penting protokol kesehatan betul-betul diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, sangat setuju apa yang telah menjadi kesepakatan bersama forkopimda serta para kyai.

“Semua pihak keamanan serta para kiyai mohon juga mengingatkan masyarakatnya. Agar tidak melakukan pelanggaran,” ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim mengatakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah komponen untuk membahas aturan ibadah salat jumat dan tarawih secara berjemaah.

“Dalam rapat itu disepakati, masjid dan musala tetap melaksanakan ibadah salat Jumat dan tarawih, dengan syarat wajib memperhatikan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan tidak berjabat tangan,” ujar dia.

Apabila tatalaksana kesehatan dilanggar, kata dia, maka pemerintah akan memberikan sanksi dengan melakukan pemanggilan kepada takmir masjid dan pengurus musala. Kemudian, pemerintah juga mengancam tidak akan mengizinkan salat berjamaah, baik salat Jumat maupun tarawih, digelar berikutnya.

“Sanksinya akan dilakukan secara bertahap, yakni tahap pertama adalah pemanggilan dengan perihal mengevaluasi, lalu tahap kedua menindak masjid dan musala dengan melarang tempat ibadah itu menggelar ibadah salat berjemaah,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed