oleh

Pemkab Sumenep Sulit Lacak Izin Galian C

Kabarmadura.id – Sejak menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, izin galian C di Bumi Sumekar sulit dilacak oleh pemerintah daerah. Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Energi dan Sumber Daya Alam (SDA) Sumenep Abd Kahir, Senin (6/1).

Menurut dia, sebelum galian C tersebut diambil alih pemprov, pihaknya sering melakukan sosialisasi untuk segera melengkapi izin usaha. Namun setelah ditangani pemprov, keberadaan galian C tidak terpantau maksimal. ” Pemilik tambang juga mengaku merasa kesulitan mengetahui akses informasi perlengkapan izin yang harus dipenuhi,” terang Kahir.

Dia menjelaskan, sedikitnya ada 120 penambang ilegal yang tersebar di Bumi Sumekar. Diantaranya ada di Kecamatan Sumenep, Paragaan, Guluk-Guluk, Lenteng, Bluto, dan Saronggi. Penambang ilegal di Kota Keris dikabarkan sulit dibendung. “Jenis penambangannya berbeda. Ada yang batu gamping, batu putih, dan pemurnian pasir batu (sirtu),” sambungnya.

Dia menambahkan, bahwa ada beberapa jenis perizinan yang perlu diketahui. Salah satunya setiap penambang perizinannya berbeda. “Semuanya bergantung terhadap zona tata ruangnya,” jelasnya.

Pria berkacamata ini menegaskan, jika penambang ilegal terus beraktivitas, sanksi hukumnya bisa dipidana.

“Aturan itu ada di UU 23/2014 yang menggantikan UU/2004 tentang Pemerintah Daerah. Jadi mereka ini bisa dipidana,” tandasnya. (rus/rei)

Komentar

News Feed