Pemohon KTP Enggan Cantumkan Golongan Darah

  • Whatsapp
KOSONG: Kolom golongan darah kerap tidak diisi oleh pemohon kartu tanda penduduk eletronik (e-KTP) di Kabupaten Sampang.

Kabarmadura.id-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meluncurkan kebijakan baru dalam format kartu keluarga (KK) pada 2017.

Dalam aturan tersebut, terdapat sejumlah tambahan kolom yang harus diisi, salah satunya penambahan kolom golongan darah dan nomor tanggal perkawinan.

Namun, hingga kini, aturan tersebut belum terealisasi di Kabupaten Sampang. Alasannya adalah ketersediaan sarana dan prasarana.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Kabupaten Sampang Edi Subinto mengatakan, di Kabupaten Sampang masih akan diberlakukan tahun 2019 ini.

Pihaknya mengklaim, sudah banyak yang sudah mengetahui aturan baru tersebut. Hanya saja, tambahan satu langkah yang harus dilakukan oleh masyarakat.

“Yakni mencari golongan darah. Karena tidak setiap orang bisa menentukan itu, dan harus dari tenaga medis. Itu harus dilengkapi surat keterangan,” katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa mayoritas masyarakat di Kabupaten Sampang belum mengisi kolom golongan darah yang telah disediakan oleh pihaknya, sehingga e-KTP yang telah dicetak tidak mencantumkan golongan darah yang harusnya diisi.

“Banyak, kemungkinan untuk tahun ini sudah bisa terealisasi dan harus terus terisi,” tambahnya.

Tak hanya e-KTP yang ada perubahan, namun kartu keluarga (KK) yang dimiliki warga nantinya berlaku seumur hidup. Jika data yang diberikan salah, beresiko terhadap warga sendiri dan berdampak ke Dispendukcapil Sampang.

“Maka dari itu, data yang dimasukkan oleh warga harus sesuai. Supaya nantinya tidak ada hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu, pemohon KK baru nantinya harus mengisi kolom golongan darah yang disertai surat keterangan dari tenaga medis juga,” tambahnya.

“Di Sampang masih baru. Kami penerapannya tidak massal. Kami memberlakukan kepada masyarakat yang melakukan perubahan KK saja,” timpalnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi ke masing-masing kecamatan. Selai  itu, juga sudah rapat koordinasi bersama camat. Surat tertulis juga sudah dibuatkan. Tinggal disampaikan kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat harus mengetahui prosedurnya. Biar dibantu oleh petugas. Baik di kecamtan maupun di Dispencapil,” tandasnya. (awe/rei/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *