oleh

Pemotongan Bangkai Kapal Kurangi Penghasilan Ikan Nelayan

Kabarmadura.id/BANGKALAN– Usaha pemotongan besi kapal di Kecamatan Kamal, Bangkalan, dinilai merugikan para nelayan.  Sebab, selain mencemari lingkungan, juga menyebabkan pengurangan terhadap tangkapan ikan.

Abd Hasim, nelayan asal Kecamatan Labang mengaku sudah lama kesulitan mencari ikan. Bahkan sejak adanya usaha pemotongan kapal hasil tangkapan ikan kian hari terus menyusut.

“Jarang sekali kami mencari ikan di area pemotongan kapal, sudah jelas kalau ke sana rugi, ikannya sudah mulai habis,” jelasnya.

Alasannya tidak mencari ikan di area pemotongan bangkai kapal itu, karena sulit mencari ikan, airnya sudah mulai berubah menjadi keruh. Bahkan, saat ini banyak nelayan yang mencari ikan di tempat yang sangat jauh dari lokasi pemotongan besi kapal itu.

Dia berharap kepada pemerintah agar ada perlindungan terhadap para nelayan dengan memperhatikan kondisi air laut. Sebab, keberadaan air laut mulai mengeruh, ditambah dengan banyaknya tumpukan sampah.

Sementara itu Kapala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Muhammad  Nasir mengaku belum melakukan uji kualitas air laut di area pemotongan kapal. Namun piihaknya pernah menguji kualitas air di sekitar pemotongan yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Hasilnya, terdapat beberapa zat kimia yang mencemari air laut.
Namun dia masih kurang memahami terkait hal itu lantaran tidak memiliki analis kimia. Namun, tambah Nasir, bisa jadi itu pencemaran air laut tersebut bisa  dari sampah dan limbah pemotongan kapal.

“Uji kualitas air laut tidak langsung di lokasi potongan kapal melainkan berjarak kurang lebih 1 sampai  2 kilometer,” terangnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Ikan Lingkungan dan Pakan Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan Edy Wijono meengakui bahwa adanya pemotongan kapal berdampak pada ekosistem laut. Mengacu pada peta wilaya di lokasi tersebut tidak ada rumpun ikan sehingga nelayan akan kesulitan mendapatkan ikan.

“Kualitas air di sana tidak bagus,” terangnya.

Selain itu, pencemaran air laut dari proses pemotongan yang menggunakan las karbit  serta karat besi yang jatuh ke dalam air. Selain berdampak buruk terhadap pendapatan ikan laut, kualitas air laut rusak, karena air laut tersebut selalu mengalir dalam setiap detiknya.

“Ketika air laut tercemari ferik maka itu akan berdampak buruk terhadap ekosistem laut, kita bisa membuktikan bahwasannya ikan di sana sangat sedikit,” tuturnya. (sae/mam/waw)

 

Komentar

News Feed