Pemotongan Dana PKH Kecamatan Pragaan Salahi Prosedur

  • Whatsapp
HARUS DIKEMBALIKAN: Masyarakat saat mengantri di mesin ATM Bank Mandiri untuk mencairkan dana dari bantuan PKH beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Setelah terungkap adanya petugas yang meminta bantuan dikembalikan, koordinator program keluarga haraapan (PKH) Sumenep akhirnya bereaksi. Bahkan, perintah mengembalikan itu dianggap tidak sesuai prosedu, meskipun beralasan sebagian bantuannya itu seharusnya untuk warga dengan kategori lanjut usia (lansia).

Koordinator PKH tingkat Kabupaten Sumenep Agus Budi Mulyono mengatakan, uang yang sudah masuk rekening, bahkan sudah berada di tangan penerima PKH, tidak dapat dikembalikan lagi, karena sudah menjadi hak mereka.

“Wah itu sudah tidak bisa diminta lagi, kalau diminta mau dikembalikan ke siapa, Sudah, itu sudah rejekinya mereka,” terangnya.

Sebelumnya, atau sepekan setelah pencairan tahap ketiga bantuan PKH, sejumlah penerimanya resah. Pasalnya, mereka harus mengembalikan bantuan tersebut. Yang harus dikembalikan antara Rp250-Rp600 ribu. Sebab, nilai dana yang diterima penerima PKH bervariasi.

Salah seorang warga yang mendapat bantuan PKH atas nama Juma’ani (Nama samaran) menyampaikan keluhannya, karena uang yang telah cair dari pihak bank, beberapa hari kemudian diminta untuk dikembalikan lagi, padahal uangnya sudah nyaris habis.

“Kami kan sudah mengambil uang ke ATM, ya kami gunakan uang tersebut, kami mendapatkan Rp700 ribu lalu disuruh kembalikan Rp400 ribu, sementara uangnya sudah mau habis, mau pinjam kemana ini pas,” kata warga Kecamatan Pragaan itu kepada Kabar Madura Selasa (9/7).

Salah satu alasan diminta dikembalikannya uang tersebut, karena bantuan itu untuk kategori lanjut usia (lansia). Padahal dalam keluarga tersebut secara fisik sudah tidak ada lansianya. Baik itu karena meninggal maupun sudah pindah kartu keluarga (KK).

Sebagaimana disampaikan pendamping PKH Kecamatan Pragaan, Robithul Choir, insiden tersebut memang terjadi. Bahkan dirinya menyampaikan langsung kepada masyarakat saat pertemuan bulanan. Bahwa uang tersebut harus dikembalikan ke rekening masing-masing.

“Pokoknya uangnya diminta dikembalikan lagi oleh pemerintah kabupaten, dan saya sudah sampaikan itu kepada masyarakat,” katanya saat diwawancarai lewat saluran telepon. (km48/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *