oleh

Pemprov Jatim Gelontorkan Ratusan Miliar untuk 602 Pokmas di Sampang

Kabarmadura.id/Sampang--Tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelontorkan dana ratusan miliar untuk bantuan hibah kepada 602 kelompok masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Sampang. Dana hibah yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi tersebut tersebar di 14 kecamatan.

Ratusan miliar tersebut berdasarkan kalkulasi setiap titik pokmas mendapatkan Rp200 juta, adapun jumlah pokmasnya ada sekitar 602 lokasi. Sehingga kegiatan tersebut perlu diawasi secara serius oleh pihak-pihak terkait.

Kepala Pembantu UPT Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Sampang Moh. Haris menuturkan, setiap pokmas di Sampang mendapatkan aliran dana Rp200.000.000 dari APBD Pemprov Jatim. Sehingga ketika dikalkulasi terdapat Rp120 miliar dana yang mengalir kepada pokmas di Kota Bahari.

Ia menekankan agar dana miliaran rupiah yang digelontorkan oleh pemprov tersebut bermanfaat bagi masyarakat Sampang, maka perlu pengawasan dari masyarakat dan sejumlah kalangan.

“Dana ini sangat banyak, jadi perlu pengawasan yang serius, agar betuk-betuk dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya, Selasa (15/9/2020).

Ditambahkannya, dana hibah ini murni untuk pokmas yang tersebar di 14 kecamatan sebanyak 602 titik lokasi, adapun jenis kegiatan dari dana hibah tersebut bermacam-macam, diantaranya, pembangunan jalan, saluran drainase, plengsengan, pembangunan tandon air dan semacamnya.

“Rata-rata program ini pengerjaan jalan dan saluran, dan setiap pokmas itu anggarannya, Rp200.000.000 untuk satu titik,” imbuhnya.

Kendati demikian, 60 persen dari pokmas tersebut sudah melakukan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Akan tetapi sejauh ini pelaksanaan kegiatannya belum selesai. Hal itu dibuktikan, hingga saat ini belum ada yang menyetorkan membuat laporan pertanggungjawaban (LPj).

“Belum menyetor laporan pertanggungjawaban, berarti belum selesai atau tidak dikerjakan. Untuk 30 persen ini, masih tahap menunggu SK Gubernur Jatim,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) Jaka Jatim Provinsi Jawa Timur, Sidik menuturkan bahwa, program tersebut harus betul-betuk dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Sampang, apalagi Kota Bahari paling banyak yang mendapatkan bantuan dana hibah dari Pemprov Jatim.

Selain itu ia meminta kepada masyarakat, pemuda atau mahasiswa untuk ikut pengawasan realisasi program tersebut, hal itu untuk memastikan tidak ada pemanfaatan oknum di lapangan.

“Saya harap dengan program ini bisa dinikmati oleh masyarakat, dan program ini dikerjakan dengan serius bukan asal selesai,” singkatnya, (mal/mam).

Komentar

News Feed