Pemudik Perlu Diperiksa Massal

  • Whatsapp
(KM/FAIN NADOFATUL M). MENDESAK: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan Meminta Dinkes Bangkalan pro aktif dengan melakukan pemeriksaan massal terhadap pemudik

Kabarmadura.id/Bangkalan– Banyaknya pemudik yang datang menuju Madura, khususnya Bangkalan mendapat perhatian khusus dari Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Sebab, Dinas Kesehatan (Dinkes) menjadi mitra kerjanya agar benar-benar bisa maksimal dalam menangani penyebaran virus corona.

Hari ini, Senin (30/3) Komisi D memanggil pihak Dinkes untuk memberikan konfirmasi mengenai kondisi pemudik dan covid-19 di Bangkalan. Dalam pemanggilan itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mendesak agar pihak Dinkes untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pendatang atau pemudik dan para warga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Bangkalan. Sebab, sejak kemarin ribuan pemudik dari berbagai daerah memadati terminal Bangkalan.

“Yang menjadi problem kita ini Rapid Testnya ini. Tetapi meski begitu Dinkes jangan hanya melakukan pendataan saja. Tetapi melalukan screening ringan, seperti swab tenggorokan untuk memastikan mereka yang pulang dari kawasan zona merah ini benar-benar sehat,” ungkapnya, Senin (30/3).

Ia juga menambahkan, Dinkes juga harus membawa Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan pengecekan terhadap warga yang baru datang. Juga Dinkes diminta untuk memberikan antisipasi seperti masker, hand sanitazer dan penyempotan disinfektan. Katanya, ia meminta, untuk mempersempit ruang gerak orang-orang yang baru datang dari wilayah terdampak covid-19.

“Dinkes juga harus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib agar melakukan lokalisir kepada orang luar dan pondok pesantren agar tidak terjadi kecolongan,” tuturnya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta agar pihak Dinkes melakukan koordinir dengan masing-masing puskesmas di wilayah Bangkalan untuk melakukan jemput bola. Yakni mendatangi langsung warga yang baru pulang dari luar negeri maupun pemudik.

“Saya juga minta pihak Perangkat Desa di masing-masing desa untuk melakukan pendataan warganya yang baru pulang dari luar negeri, perantauan maupun melakukan perjalanan ke wilayah terdampak,” katanya.

“Juga bagi warga yang baru datang harus mempunyai kesadaran untuk melapor pada kepala desa dan melakukan isolasi diri selama 14 hari,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menuturkan, telah melakukan pemantaun kepada warga yang baru pulang dari luar negeri dan pemudik. Dimana warga yang baru datang dari luar negeri itu dan pemudik masuk dalam kategori Orang Dalam Resiko (ODR). Untuk itu, ia juga telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan ruang isolasi di masing-masing puskesmas.

“Sehingga pasien-pasien yang berpotensi masuk Orang Dalam Pengawasan jika mengalami gejala sakit bisa langsung ke puskesmas tidak usah ke Rumah Sakit. Karena daya tampung rumah sakit tidak mampu menampung ribuan orang,” jelasnya.

Bahkan, ia mengungkapkan, telah melakukan intruksi kepada rumah sakit swasta untuk menyiapkan ruang isolasi dan tim medis khusus mengantisipasi adanya pasien yang sakit selepas pulang dari luar negeri atau pemudik. Dimana tim medis dari rumah sakit swasta tersebut akan ia berikan pelatihan termasuk tim dokter ahlinya.

“Tiap puskesmas kita minta siapkan mininal 2 ruang isolasi. Untuk APD memang kita akui masih minim, jadi di tiap puskesmas kita minta untuk memaksimalkan ADP yang ada disana. Sehingga, pasien bisa terlayani dan tim medis terlindungi,” tandasnya. (ina/bri)

 

Grafis

Langkah Penanganan covid-19 Pemkab Bangkalan :

Siapkan dua kamar di masing-masing Puskesmas

Total Terdapat Sebanyak 22 Puskesmas

Di RSUD Syamrabu dipersiapkan dua kamar isolasi berisi 6 tempat tidur.

Kamar cadangan yang dipersiapkan Gedung diklat sebanyak 31 kamar.

Perawat dan dokter disiapkan khusus dari rumah sakit.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *