Pemudik Terdeteksi “Bawa” Covid-19

  • Bagikan
(FOTO: KM/Ali Wafa) SIBUK: Aktivitas perawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan menggunakan pakaian dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Umumkan Pasien Terinfeksi sebelum Jatim

Kabarmadura.id-Usai lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami lonjakan. Tercatat ada tambahan sebanyak 15 orang yang terinfeksi Covid-19 di empat kabupaten di Madura.

Diawali dari Sumenep, per 27 Mei 2020, terdapat empat warga yang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Dengan begitu, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Sumenep menjadi 11 orang.

Pada malam lebaran atau pada 23 Mei 2020, terdapat tambahan pasien ke-6 yang merupakan pegawai bank di Surabaya yang pulang ke Sumenep. Lalu pasien ke-7 merupakan warga  Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi yang mudik dari Jakarta.

Per 27 Mei 2020, terdapat tambahan empat pasien yang diumumkan  Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumenep A. Busyro Karim. Pengumuman itu sebelum update informasi dari Satgas Covid-19 Jawa Timur (Jatim). Sebab di peta Covid-19 Jatim masih tertera 7 warga Sumenep yang terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Timgas Covid-19 Sumenep Ferdiansyah mengatakan, karena pihak Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Soetomo Surabaya telah mengkonfirmasi hasil tes swab PCR untuk 4 orang tersebut. Sehingga untuk mengantisipasi penyebarannya, maka Pemkab Sumenep mengumumkan terlebih dahulu.

“Loh yang empat itu positif sudah, gak apa-apa diumumkan terlebih dahulu, tanpa harus menunggu yang Jawa Timur, biar lebih awal diketahui oleh masyarakat,” kata pria yang juga kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumenep tersebut.

Empat pasien terinfeksi Covid-19 tambahan itu, adalah pasien ke-8 hingga ke-11. Pasien ke-8 dan ke-9, diduga tertular dari pasien ke-6, karena masih satu keluarga,  yakni anak dan orangtuanya.

Pasien ke-10 adalah pemudik dari Jakarta yang pulang ke Pulau Talango, kemudian pasien ke-11 adalah keluarga PDP yang meninggal asal Desa Pangarangan Kecamatan Sumenep pada 26 Mei 2020 seusai menjenguk keluarganya di Sidoarjo.

Baca juga  31 pasar yang data pedagangnya belum valid

Sedangkan di Sampang, sejak 23 Mei 2020, terdapat tambahan 4 pasien terinfeksi Covid-19. Sehingga per 27 Mei 2020, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Sampang menjadi 17 orang.

Kemudian di Bangkalan, per 27 Mei 2020, sudah ada 36 pasien yang sudah terinfeksi Covid-19. Terdapat tambahan 7 pasien terinfeksi Covid-19 sejak 23 hingga 27 Mei 2020. Ada 3 orang yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 per 27 Mei 2020.

Keunikan terjadi pada pasien ke-30 Bangkalan. Pasien berjenis kelamin perempuan itu sampai tiga kali diambil sampel melalui swab untuk dilakukan polymerase chain reaction (PCR).

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, pada malam lebaran, diawali dengan konfirmasi pasien terinfeksi Covid-19 ke-30. Yang bersangkutan adalah perempuan berusia 26 asal Jaddih Utara, Kecamatan Socah.

Kata Agus, sejak tanggal 18 April lalu mengeluh sakit batuk, panas dan sesak nafas kemudian periksa ke bidan. Pada tanggal 28 April, karena masih sakit, kembali ke dokter dengan keluhan yang sama. Oleh dokter disarankan rapid test ke RSUD Syamrabu.

Karena hasilnya reaktif, maka langsung dilakukan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR). Pada tanggal 3 Mei keluar hasil swab PCR pertama dan dinyatakan negatif.

“Tanggal 7 Mei keluar hasil swab PCR kedua dinyatakan negatif. Tapi dia masih sakit,” terangnya.

Karena masih sakit, pada 8 Mei diambil swab ke-3. Sebelum hasil swab/PCR keluar, pada tanggal 15 Mei, memutuskan pulang dari rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pada 23 Mei hasil swab/PCR ke-3 keluar dengan hasil terinfeksi. Sedangkan, pasien ke-31 merupakan warga Kelurahan Pangeranan, Bangkalan berusia 53 tahun.

Sebelum terinfeksi virus, yang bersangkutan sempat mengalami keluhan batuk hingga sesak nafas. Akhirnya, terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (RS PHC), Surabaya.

Baca juga  Nazar Nyai Eva, Jika Terpilih Akn  Injakkan Kaki Pertama di Kepulauan

Pada tanggal 21 Mei 2020, pasien datang ke RS PHC diantar keponakannya. Karena memiliki keluhan demam, batuk, sesak dan membutuhkan ventilator.

“Pasien masuk ke IGD PHC dan ditetapkan PDP. Lalu dilakukan rapid test hasilnya reaktif,” ungkapnya.

Namun, untuk lebih memastikan jenis virus dalam tubuhnya, pasien berjenis kelamin perempuan itu diambil sampel dari tenggorokannya untuk tes swab dengan polymerase chain reaction (PCR) pada 22 Mei 2020. Tanggal 24 hasil tesnya keluar dari RS PHC, dan ditemukan meterial genetik virus yang berasal dari Wuhan, China.

Sedangkan dua pasien terinfeksi Covid-19 berikutnya, yakni pasien ke-32 dan pasien ke-33, kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Catur Budi Keswardiono, keduanya dari Kecamatan Bangkalan dan Kecamatan Blega.

“Iya ada penambahan, yang saya tahu di Bangkalan. Tapi yang di Blega masih kami cari informasinya,” tukasnya. (ina/sae/ara/mam/waw) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan