oleh

Pemudik Terus Berdatangan ke Bangkalan, Polisi Justru Tidak Mendeteksi

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Larangan mudik dari pemerintah pusat nyatanya masih dilanggar. Anjuran untuk menekan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tersebut, sejatinya sudah diberlakukan sejak Jumat (24/4/2020), bahkan penyekatan di sejumlah pintu masuk Pulau Madura ini telah dilakukan.

Namun, baik kedatangan atau keberangkatan para pemudik masih terlihat di terminal Bangkalan. Meski tidak sebanyak seperti tahun sebelumnya, tetapi para pemudik masih nekat untuk pulang kampung.

“Masih ada, baik pemberangkatan dan kedatangan. Meski ada namun menurun drastis,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Ariek Moein, Senin (27/4/2020).

Padahal larangan mudik ini tertuang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Menurut Ariek, kendati masih ada pemudik yang datang dan keluar dari Pulau Madura, pihaknya belum bisa menindak para pemudik tersebut. Pasalnya, kewenangan penindakan para pemudik ini apakah disuruh putar balik atau dilarang masuk, menjadi kewenangan Dishub Jawa Timur (Jatim).

“Mengenai itu, lebih jelasnya tanya ke UPT Lalu Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi (Jatim),” terangnya.

Terpisah, Polres Bangkalan yang melakukan penyekatan di pintu masuk Pulau Garam yakni Jembatan Suramadu mengatakan hal berbeda. Menurut, Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Andika Mizaldy Lubis, pihaknya terus menerjunkan personil untuk melakukan penyekatan agar memutus penyebaran virus tersebut. Namun, hingga hari ini belum ditemukan pemudik yang datang ke Bangkalan.

“Sementara belum ada pemudik yang kami temukan. Kami terus melakukan penyekatan dan pemantauan agar mengetahui pergerakan para pendatang,” ujarnya.

Katanya, ia akan terus melakukan penyekatan dan akan meminta para pemudik untuk putar arah agar tidak mudik terlebih dahulu. Hal itu sesuai dengan peraturan pemerintah agar melarang para pemudik untuk datang. Sebab, menurutnya, para pemudik ini menjadi penular Covid-19 untuk keluarganya.

“Kami sesuaikan dengan aturan dari pemerintah tentang larangan mudik, jadi akan kami arahkan untuk putar balik,” tandasnya.

Sementara itu, pihak UPT LLAJ Dishub Jatim di Bangkalan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Saat dihubungi via seluler oleh pihak Kabar Madura belum memberikan respon. (ina/waw)

Komentar

News Feed