oleh

Pemulangan PMI Sakit dan Terlantar di Arab Saudi Terhambat Ketiadaan Pesawat

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sampang yang videonya sempat viral di berbagai grup WhatsApp beberapa hari terakhir lantaran diduga ditelantarkan oleh majikannya di luar negeri, meminta segera dipulangkan.

Dalam video berdurasi 51 detik itu, tampak seorang wanita paruh baya berbaring dengan menggunakan baju pink yang diduga berada di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Pejuang devisa yang malang itu diketahui berasal dari Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Hal itu dibenarkan oleh Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro (Diskumnaker) Kabupaten Sampang Agus Sumarso. Kata dia, PMI yang videonya sempat viral itu, adalah warga asal Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang.

Setelah dilihat dari dokumen paspornya, identitas PMI itu atas nama Indah binti Ahmad (45), tapi jika berada di Arab Saudi, oleh saudaranya biasa dipanggil dengan sapaan Maryam, karena nama aslinya adalah Syamsiah.

“Iya benar, PMI yang sempat viral ini memang warga Sampang, yakni warga Desa Pao Pale Laok, Ketapang. Dalam paspornya atas nama Indah Binti Ahmad,” ucap Agus Sumarso saat dihubungi melalui jaringan selulernya.

Dari hasil penelusurannya, PMI tersebut berangkat ke Arab Saudi menggunakan visa umroh pada tahun 2002 silam. Setelah berada di Saudi, yang bersangkutan memutuskan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Tetapi ketika PMI nonprosedural itu mengalami sakit, majikannya hanya membantu sedikit dengan menitipkan uang untuk biaya berobat melalui orang lain, bukan majikannya sendiri. Pasalnya aturan di Arab Saudi, jika mempekerjakan orang yang tidak resmi, bisa sama-sama diamankan.

“Sebenarnya, bukan ditelantarkan sama majikannya, tapi karena aturan di Arab ini sangat ketat, maka majikannya ini sebatas manaruh dia di RS Malik Fahat Jeddah, melalui perantara orang lain yang ia kenal. Tapi saat ini, kami mencoba memfasilitasi proses pemulangannya. Namun pesawat dari Arab-Indonesia hingga kini masih lockdown, belum ada yang beroperasi,” ungkap Agus.

Namun pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jeddah untuk proses  pemulangan bagi yang bersangkutan,tinggalmenunggu pesawat. Bahkan untuk administrasinya sudah diurus, seperti surat keterangan domisili dan semacamnya.

“Untuk pemulangan PMI yang bersangkutan ini sudah kami proses, tapi masih nunggu adanya pesawat dulu,” terangnya.

Sementara itu, Camat Ketapang Didik mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala desanya dan saat ini sedang mengurus surat keterangan tidak mampu untuk keperluan proses pemulangannya.

“Kami harap yang bersangkutan ini cepat dipulangkan, kami terus koordinasi dengan pemerintah daerah dan desa setempat,” singkatnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed