Penambahan Jadwal Penerbangan Sumenep-Pagerungan Belum Terwujud,  Ini Alasannya

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) RIANG : Petani melihat pesawat yang tiba di Bandara Trunojoyo Kabupaten Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Rencana penambahan jadwal penerbangan dari dan menuju kepulauan belum direalisasi. Hingga saat ini, tidak ada penambahan jadwal penerbangan Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya, yakni masih tetap satu kali dalam seminggu.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono mengatakan, penambahan jadwal penerbangan masih menunggu respons dari masyarakat. Jika masyarakat antusias, maka bisa jadi akan ditambah.

“Insyaallah akhir Januari atau Februari akan diajukan lagi tentang penambahan jadwal tersebut,” katanya, Minggu (26/01/2020).

Dijelaskan, penambahan jadwal itu memang sudah direncanakan sejak akhir 2019 lalu. Tetapi, hingga saat ini belum bisa. Sebab, belum padatnya penumpang pada rute tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep Agustiono Sulasno mengutarakan, waktu penerbangan saat ini masih satu kali dalam seminggu. Sebab, penumpang saat ini masih sedikit. Meski demikian dirinya mewacanakan penerbangan dijadwalkan dua kali dalam seminggu apabila penumpang lebih banyak lagi.

“Apabila pengguna angkutan udara bagus, tidak menutup kemungkinan bisa dua kali dalam seminggu,” tugasnya.

Dijelaskan, mengenai harga tiket penerbangan senilai Rp245 ribu dari Sumenep ke Pagerungan menurutnya sudah cukup murah. Penetapan harga tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah antara pemerintah dengan pihak bandara.

“Bayar tiket senilai Rp245 ribu sudah memenuhi kebutuhan masyarakat ketika ingin melakukan perjalanan ke kepulauan atau sebaliknya,” tuturnya.

Ia berharap agar masyarakat mendukung penuh terhadap dibukanya rute penerbangan Sumenep-Pagerungan tersebut. Sebab, dengan adanya penerbangan itu waktu tempuh yang biasanya mencapai 12 jam dengan kapal laut, bisa dipersingkat menjadi hanya 1 jam perjalanan.

Orang nomor satu di lingkungan dishub itu menyampaikan, untuk memperbanyak penumpang, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisaisi kepada masyarakat melalui pejabat pemerintah, misalnya melalui camat atau kepala desa termasuk juga media.

“Kami minta dukungan dari semua masyarakat Sumenep, pemerintah dan seluruh pihak di bandara,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *