oleh

Penambahan Jalan Jungkarang-Karang Anyar Dinilai Pemborosan

Kabarmadura.id/Sampang-Penambahan anggaran program peningkatan ruas jalan Jungkarang- Karang Anyar, Kecamatan Jrengik Sampang melalui proses perubahan anggaran keuangan (PAK) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran berjalan 2020 berpolemik. Proses pembahasan di internal Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat terjadi pro dan kontra.

Ketua Banggar DPRD Fadol berujar, penambahan anggaran pengerjaan rabat beton ruas jalan Jungkarang-Karang Anyar itu memang ada sejumlah anggota banggar yang tidak sependapat, lantaran dinilai tidak berdasarkan azas pemerataan. Alasannya, karena masih banyak jalan di wilayah itu yang kondisinya rusak parah dan harus diprioritaskan.

Untuk peningkatan ruas jalan Jungkarang Karang – Karang Anyar itu, awalnya sudah dianggarkan Rp500 juta yang bersumber dari DAU dan sudah dilelang, tetapi dalam PAK diajukan penambahan oleh pihak eksekutif sebesar Rp1,3 miliar bersumber dari DBHCHT untuk melanjutkan pengerjaan, sehingga total anggaran mencapai Rp1,8 miliar.

Meski sempat berpolemik, Fadol menegaskan tidak mempengaruhi terhadap kebijakan penambahan itu, karena, secara regulasi dan ketentuan tidak ada masalah. Bahkan secara kelembagaan dirinya mengklaim sudah menyetujui penambahan anggaran tersebut.

“Memang sempat ada polemik di internal, tapi bukan karena menyalahi aturan, hanya saja penambahan anggaran ini dinilai tidak berdasarkan aspek pemerataan, karena sudah dianggarkan tapi masih ditambah lagi dan itu tidak ada masalah,” ujar Fadol saat dikonfirmasi Kabar Madura.

Dirinya menguraikan, usulan penambahan anggaran tersebut tidak bisa diubah karena sudah dibahas dan sudah berdasarkan proposal usulan. Jika nanti tetap dipermasalahkan oleh anggota yang tidak sependapat dan pada akhirnya program itu tetap jalan, karena memang tidak bisa dirubah.

“Sudah tidak bisa diubah, jadi percuma ada polemik ini. Kita sudah menyetujui meskipun ada beberapa anggota banggar yang tetap mempertanyakan dan mempersoalkan hal ini,”timpal Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Sampang yang diketahui tidak sepakat atas penambahan anggaran rabat beton ruas jalan Jungkarang –Karang Anyar tersebut, Moh Iqbal Fatoni menguraikan, mestinya pemkab lebih bijak dalam mengusulkan program dan memanfaatkan anggaran. Pembangunan tidak dipusatkan di satu titik, harus berdasarkan azas pemerataan, karena masih sangat banyak jalan di Sampang yang harus diperbaiki dan diprioritaskan.

Politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku sangat kesal, karena untuk apa dilakukan pembahasan, kalau hanya duduk manis mendengarkan ceramah dan tidak bisa diotak atik. Pihaknya menekankan dalam merealisasikan program harus mengedepankan kepentingan rakyat.

“Saya sudah lihat sendiri kondisi jalannya, ternyata masih lumayan. Memang ada kerusakan di berbagai titik tapi tidak parah dan relatif layak jika dibanding dengan jalan yang sudah rusak parah, seperti di Kecamatan Karangpenang dan lainnya,” kesal pria yang akrab disapa Bung Fafan itu.

Fafan, menegaskan anggaran yang digunakan untuk pembangunan rabat beton ruas jalan itu merupakan uang rakyat, maka kepentingan rakyat harus selalu diutamakan, tidak mengedepankan kepentingan pribadinya dan masih bisa dianggarkan tahun depan, sehingga pembangunan merata dan bisa bermanfaat untuk semua orang.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Hasan Mustofa enggan memberikan keterangan terkait penambahan anggaran rabat beton itu, dirinya malah meminta untuk menghubungi kepala dinas langsung. Sayangnya, ketika menghubungi Plt. Kadis PUPR Sampang Achmad. Hafi melalui telepon pribadinya tetap belum direspon, hingga berita ini diterbitkan, (sub/mam)

Komentar

News Feed