oleh

Penanganan Kesejahteraan Sosial Terkendala Anggaran

Dari 3.742, Dinsos Hanya Akomodir 140 Jiwa

ZAINAL MUTTAQIEN: Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Sampang.

Kabarmadura.id/SAMPANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang mencatat, jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) mencapai 3.742 jiwa. Penyandang PMKS tersebut terdiri dari 25 kategori masalah sosial,  meliputi penyandang disabilitas dan penyakit kronis sebanyak 1.329 jiwa, lanjut usia terlantar 589 jiwa, perempuan rawan sosial ekonomi 283 jiwa, korban trafficking 49 jiwa dan lain sebagainya yang rata-rata di bawah 20 jiwa.

Kendati demikian, tahun ini dinsos mengaku hanya menfaslitasi sekitar 140 jiwa penyandang disabilitas untuk diberikan sosialisasi terkait penyadaran. Setelah itu dapat diikutkan program pelatihan menjahit khusus penyandang disabilitas. Sebab ketersedian anggaran pelayanan dan rehabilitasi dan psikososial bagi PMKS relatif terbatas.

”Tahun ini, penyandang disabilitas yang terfasilitasi sekitar 140 jiwa, karena setiap kecamatan hanya diambil 10 orang untuk diberikan sosialisasi dan penyadaran, itu disesuaikan dengan ketersedian anggaran yang ada,” kata Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Sampang Zainal Muttaqien saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (9/4).

Menurut Zainal, anggaran pelayanan rehabilitasi sosial disabilitas Rp198.600.000, pelayanan psikososial untuk PMKS sebesar Rp325.740.000 dan pendataan PMKS dan PSKS senilai Rp50.000.000. Untuk itu, pihaknya mengaku tidak bisa menfasilitasi semua penyandang masalah sosial di Kota Bahari.

”Untuk pelayanan dan fasilitasi kepada PMKS ini harus dilakukan bertahap secara bergilir, jika sudah terfasilitasi tahun ini tidak bisa diikutkan lagi pada tahun berikutnya dan seterusnya. Selain itu, kami harus memprioritaskan para PMKS yang dianggap masih produktif,” kelitnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kendala dalam menfasilitasi para PMKS itu, salah satunya, karena minimnya kesadaran dari keluarganya. Semisal ada kegiatan pelatihan bagi penyandang disabilitas, sayangnya sebagian PMKS tidak dibolehkah hadir oleh keluarga yang merawatnya dengan berbagai alasan.

”Yang sangat sulit, adalah mengubah pola pikir keluarga yang merawat PMKS ini, karena kurang proaktif dan mendukung terhadap program-program pelayanan bagi PMKS yang kami jalankan,” keluhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta dinsos lebih serius dalam melayani dan menfasilitasi PMKS. Pihaknya berharap semua PMKS di wilayah itu dapat difasilitasi dan diberikan pelatihan agar bisa hidup mandiri dan lebih bermanfaat kepada sesama. Di sisi lain, dinsos bisa menyaluarakan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari khusunya bagi PMKS yang dinilai sudah tidak produktif, karena terlalu tua dan sebagainya.

”Kami berharap, ke depannya dinsos lebih maksimal dalam menfasilitas PMKS, semuanya harus bisa dijangkau dan dibantu untuk pemenuhan hidupnya,” pungkasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed