Penanganan Wabah Covid-19 Dihantui Ketakutan Masyarakat Berobat di Faskes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENJAMIN: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengingatkan masyarakat agar tidak takut berobat.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Adanya isu yang merebak bahwa jika berobat ke layanan kesehatan akan “dicovidkan” atau dinyatakan terinfeksi Covid-19, membuat masyarakat takut untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan dr. Farhat Suryaningrat, sampai hari ini masih ada masyarakat yang mempercayai itu dan akhirnya enggan berobat.

Bacaan Lainnya

Sebelum adanya wabah Covid-19, ucap dr. Farhat, sudah banyak masyarakat yang takut berobat ke rumah sakit. Apalagi adanya wabah ini, banyak masyarakat sakit yang enggan mendatangi layanan kesehatan. Diakuinya, prosedur warga yang sakit untuk berobat harus dilakukan swab dulu.

“Karena itu menjaga atau safety pada tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas,” tutur wakil direktur RSUD Syamrabu Bangkalan ini.

 

Mendengar informasi tersebut, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menjamin bahwa pemerintah tidak akan mencelakakan warganya.

Politisi dari PPP ini menegaskan bahwa tidak ada layanan kesehatan berbohong dengan hasil pemeriksaan swab antigen dan PCR. Sehingga dia meminta masyarakat bisa berobat jika mengalami sakit dan untuk tidak takut.

“Pemerintah tidak akan mencelakakan, ke rumah sakit itu bentuk ikhtiar agar bisa sembuh. Jangan sampai takut berobat,” tuturnya, Rabu (14/7/2021).

Selain itu, masih ada masyarakat yang mengira jika berobat di rumah sakit akan meninggal.

“Sampai hari ini belum ditemukan obatnya, sehingga rumah sakit, puskesmas atau isolasi mandiri di rumah itu hanya usaha agar tidak terjadi gagal nafas,” ujarnya untuk meyakinkan masyarakat agar mau berobat.

Vitamin yang diberikan oleh layanan kesehatan adalah untuk meningkatkan imun atau kekebalan tubuh. Sedangkan untuk mematikan wabah, belum ditemukan obatnya. Dia juga menyarankan agar masyarakat bersedia kembali menggunakan obat tradisional.

“Selain jaga protokol kesehatan (protkes), mari gerakkan obat-obatan tradisional. Mudah-mudahan dengan obat tradisional menangkal Covid-19,” pesannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo juga membenarkan hal itu. Sejak lonjakan wabah Covid-19, apotek dan toko obat ramai dikunjungi lantaran masyarakat ogah ke puskesmas dan memilih perawatan di rumah. Akibatnya, banyak pasien yang datang ke layanan kesehatan sudah akut.

“Kalau malam, apotek-apotek itu ramai warga yang beli obat. Tapi enggan datang ke puskesmas kalau sakit,” ungkap pria dengan sapaan Yoyok ini. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *