Penarikan Alsintan di Sampang Terindikasi Janggal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ FATHOR RAHMAN ) PERLU DISELIDIKI: Penarikan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) di Desa Tanggumong Sampang, akan ditindaklanjuti oleh DPRD Sampang. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Penarikan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) di Desa Tanggumong Sampang, memantik reaksi wakil rakyat untuk terjun ke lapangan. Mereka akan menelusuri kejelasan mengenai penarikan alsintan tersebut. Sebab, diduga kuat alsintan yang sudah dipakai kelompok tani (poktan) beberapa tahun lalu merupakan bantuan hibah.

Sehingga, tidak dibenarkan jika ada penarikan tanpa alasan jelas. Apalagi, mesin yang ditarik tidak rusak. Bahkan, sesuai regulasi bantuan hibah tidak bisa ditarik dengan alasan apapun. Sebab, sudah diserahkan terhadap poktan. Bahkan, tujuan penggunaannya sudah jelas untuk kebutuhan pertanian. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Sampang Fadol, Kamis (8/7/2021).

“Kami akan berkoordinasi dengan Komisi II sebagai mitra dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan dan KP). Adanya penarikan ini, perlu kejelasan mengenai motif atau alasannya. Kami, akan kroscek siapa yang menarik. Khawatir, ada oknum yang mengaku pegawai dinas. Selain itu, kami juga akan mengkroscek realisasi bantuannya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pemberian bantuan hibah tidak ada setoran yang harus diberikan kepada pertanian. Apalagi, ada penarikan uang dari poktan sebagai tebusan alsintan. Jika memang ada, dipastikan ada pihak yang bertanggung jawab mengambil kesempatan meraup keuntungan. Sehingga, perlu ditelusuri adanya penarikan tersebut.

“Harus ada klarifikasi, dimana alsintan disimpan setelah ditarik. Karena, jika ada unsur kesengajaan digelapkan bisa dilaporkan kepada pihak berwenang. Alsintan dibeli dengan anggaran negara,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, sedikitnya ada empat alsintan jenis hand traktor yang ditarik di Desa Tanggumong. Beberapa alat itu, sudah lama dipakai oleh sejumlah poktan. Diduga penarikan itu, terjadi di sejumlah desa lainnya.

Terpisah, Kepala Disperta dan KP Sampang Suyono belum bisa memberikan keterangan. Bahkan, berusaha ditemui di meja kerjanya belum juga memberikan respon, dengan dalih rapat. “Mohon maaf, saya masih ada rapat dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Masalah itu sedang kami cek,” responnya singkat. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *