Penarikan Biaya Pelunasan Tidak Pengaruhi Pemberangkatan Haji di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bangkalan Wafir, melihat suasana di depan ruang kerjanya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pasca dipastikan gagalnya pemberangkatan haji bagi calon jamaah haji (CJH) 2021, beberapa jamaah memiliki kekhawatiran akan usia dan biaya yang sudah dilunasi. Sehingga, Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan memberikan kesempatan kepada para CJH yang ingin menarik kembali biaya pelunasan sebesar Rp12.400.000.

Salah satu CJH Bangkalan Baidowi mengaku, was was dan bingung. Sebab, dirinya juga sedang membutuhkan uang untuk berobat, tetapi khawatir jika dana pelunasan haji ditarik tidak bisa berangkat ke tanah suci Mekkah. “Saya memang butuh, tapi saya tidak mau nanti tidak diberangkatkan tahun depan,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

Bacaan Lainnya

Pria berusia 60 tahun itu juga mengkhawatirkan kesehatan dan usianya. Dikhawatirkan, ada batas umur yang diatur yang mengakibatkan gagal melaksanakan ibadah haji. “Kalau nanti tidak boleh karena terlalu tua bagaimana, karena pasti masih dalam kondisi takut pandemi,” ucapnya.

Sementara itu, Kankemenag Bangkalan Abdul Haris melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Wafir memaparkan, di tahun 2021 belum ada jamaah yang mengajukan untuk melakukan penarikan biaya pelunasan. “Tahun ini tidak ada, hanya tahun 2020 lalu sebanyak 2 orang,” responnya.

Wafir mengaku, sudah menyampaikannya melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan, bahwa jamaah diperbolehkan menarik kembali biaya pelunasan, tanpa khawatir haknya akan digantikan. “Boleh ditarik, karena itu hanya biaya pelunasan, tidak mempengaruhi prioritas pemberangkatan,” tuturnya.

Jamaah yang menarik biaya pelunasan tetap akan diprioritaskan berangkat di tahun 2022, jika keadaannya sudah memadai. Namun, harus menyelesaikan pelunasan tersebut. Tetapi, jika biaya pembayaran iuran haji (BPIH) tidak boleh ditarik. “Kalau iuran wajib ditarik, maka nanti harus mulai dari awal lagi,” terangnya.

Wafir meminta, agar jamaah tidak perlu khawatir. Sebab, usia pemberangkatan juga tidak dibatasi dengan usia maksimal. Hanya saja, usia minimal yang dibatasi. “Mereka tidak usah khawatir, selama masih bisa, mereka tetap bisa berangkat,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *