Penarikan Buku Ajar Menyimpang di Sampang Menunggu Instruksi Kemenag RI

News185 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kementerian Agama (Kemenag) Sampang mengadakan rapat lanjutan bersama Kemenag Jawa Timur guna membahas soal penemuan buku ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memuat materi menyimpang. Pertemuan yang berlangsung di Aula Kemenag Sampang pada Selasa (22/8/2023) itu juga menghadirkan perwakilan Kemenag lainnya di Madura dan PCNU Sampang.

Kabag Tata Usaha (TU) Kemenag Jawa Timur Santoso menyampaikan, dalam rapat lanjutan ini, Kemenag bersama pihak terkait lainnya mencari solusi agar polemik buku ajar menyimpang ini segera selesai. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera berkirim surat ke Dirjen Pendis Kemenag RI agar buku tersebut segera ditarik.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Berdasarkan penelusuran terakhir yang dilakukan oleh tim gabungan bentukan Kemenag Sampang, terdapat 71 madrasah tsanawiyah (MTs) yang menggunakan buku ajar yang memuat materi menyimpang tersebut.

Baca Juga:  APBD-P Pamekasan Tunggu Hasil Evaluasi Gubernur

Santoso berharap, kejadian ini bisa dijadikan pembelajaran bagi madrasah-madrasah untuk menelaah terlebih dahulu buku ajar yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran.

“Buku itu harus segera ditarik. Selama menunggu kepastian dari pusat, kami harap buka itu tidak digunakan oleh madrasah lagi, sambil lalu nunggu instruksi pencabutan buku itu,” jelasnya.

Dia mengaku, Kemenag memang tidak membatasi lembaga pendidikan dalam penggunaan buku ajar. Sebab sekarang sudah menggunakan kurikulum merdeka, sehingga lembaga pendidikan mempunyai kebebasan menggunakan referensi apapun.

“Dengan catatan tidak menyimpang,” tambah Santoso.

Baca Juga:  Konflik Iran-Israel, Praktisi Ekonom: Ekonomi Daerah Berpotensi Alami Inflasi

Sementara Ketua PCNU Sampang Moh Itqon Bushiri meminta pemerintah segera menarik buku menyimpang itu di semua lembaga pendidikan yang sudah menggunakan.

“Itu saja tadi opsi dari kami untuk Kemenag,” singkatnya.

Pewarta: KM70

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *