Pencabutan Subsidi Pupuk Diyakini Bakal Picu Penimbunan

pencabutan subsidi pupuk
(KM/ALI WAFA) DIKURANGI: Jenis pupuk bersubsidi akan dikurangi menjadi Urea dan NPK dan akan diberlakukan pada bulan Juli mendatang.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Panitia Kerja (Panja) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mengusulkan agar jenis pupuk bersubsidi dikurangi menjadi Urea dan NKP. Tidak hanya itu, jenis komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi juga dibatasi.

Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2020, komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi itu hanya padi, jagung, kedelai, sabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi rakyat, dan kakao rakyat.

Kementerian Pertanian telah menyampaikan rekomendasi panja itu kepada PT. Pupuk Indonesia (Persero). Rekomendasi itu akan berlaku pada Juli mendatang. Kebijakan itu sontak mendapat reaksi dari berbagai pihak,

Bacaan Lainnya

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah keberatan dengan kebijakan tersebut. Sebab, pupuk bersubsidi jenis ZA dan SP-36 sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih lagi, mayoritas warga Pamekasan adalah petani tembakau.

“Meski ini langsung dari Kementan dan didukung oleh Komisi IV DPR RI, kami keberatan. Petani tembakau membutuhkan pupuk ZA dan SP-36,” tegasnya, Rabu (30/3/2022).

Assistant Account Executive Pupuk Kaltim Wilayah Pamekasan Syariful Iman Dion mengatakan, rencana pencabutan subsidi pupuk akan sangat berdampak kepada petani. Sebab, alokasi pupuk bersubsidi di Pamekasan untuk jenis SP-36 berkurang dari tahun sebelumnya.

Tahun 2021, Pamekasan dijatah pupuk SP-36 sebanyak 14.104 ton. Tahun ini hanya kebagian 5.977 ton. Sementara petani akan segera menghadapi musim tanam tembakau. Petani tembakau cenderung menggunakan pupuk SP-36 dan ZA.

“Makanya ke teman-teman petani, saya sarankan beli SP-36 dari sekarang. Mumpung masih subsidi dan masih ada,” ucapnya, Rabu (30/3/2022).

Menurut Dion, kebijakan ini akan memicu terjadinya penimbunan pupuk. Potensi penimbunan pupuk itu akan mungkin terjadi di tingkat kios atau pihak ketiga. Karena itu, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) harus segera mengambil langkah antisipasi.

“Pihak ketiga ini bisa saja pelaku-pelaku nonkios yang punya uang. Makanya kami sudah ada rencana untuk mengantisipasi penimbunan,” tambah anggota KP3 Pamekasan itu.

Di lain pihak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Ajib Abdullah mengaku, belum mendengar informasi pengurangan jenis pupuk bersubsidi. Namun, apa pun kebijakan pemerintah pusat, pihaknya harus melaksanakannya.

Sebab, kata Ajib, subsidi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sementara pemkab hanya mengawasi distribusi, sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Kendati begitu, pihaknya berjanji akan meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi penimbunan.

Ajib berharap, pengurangan jenis pupuk bersubsidi urung dilakukan. Sebab, selisih harga antara pupuk bersubsidi dengan nonsubsidi sangat jauh. Bahkan, berlipat-lipat. Namun pihaknya yakin, pemerintah telah menganalisa dan mempertimbangkan segala sesuatunya.

“Pengawasan akan kami tingkatkan. Karena penimbunan akan berdampak pada kelangkaan pupuk. Tentunya kewenangan kami hanya sebatas teguran. Tindakan ada di polres dan kejaksaan,” ungkap Ajib, Rabu (30/3/2022).

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan KH. Ilzamuddin mengatakan, seharusnya pemerintah mensosialisasikan kebijakan ini jauh sebelumnya. Bahkan satu musim saja untuk sosialisasi tidak cukup. Butuh waktu setahun sebelumnya.

Pria 45 tahun itu menambahkan, untuk mengantisipasi berbagai dampak, perlu memaksimalkan penggunaan pupuk organik. Seperti yang direncanakannya, LPPNU akan membentuk bank kotoran hewan. Kotoran itu akan diolah menjadi pupuk organik.

“Saya tidak habis pikir untuk petani tebu. Tebu itu pakai pupuk ZA amonium sulfat. Itu mengandung belerang sebagai penghasil manis bagi tebu. Bagaimana nanti, kasihan petani tebu. Lalu akan berapa harga gula,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.