Pencairan Bantuan Guru Ngaji Tahap II di Sumenep Terhambat Administrasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Bantuan guru ngaji tahap kedua belum dapat dicairkan, hal itu karena terkendala administrasi.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Bantuan guru ngaji tahap II masih belum dicairkan. Tercatat dalam tahap itu sebanyak 267 sebagai penerima bantuan. Lambatnya pencairan dikarenakan masih dilakukan verifikasi dan validasi (verval) ulang terhadap penerima bantuan tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep Kamiluddin mengatakan, kesejahteraan guru ngaji di Sumenep sangat diperhatikan. Namun, untuk penyalurannya ada kendala yang berhubungan dengan administrasi, sehingga dalam pencairannya ada keterlambatan.

“Pencairan butuh proses dan kelengkapan SPJ (surat pertanggungjawaban) mas, tidak semudah yang dibayangkan,” katanya, Senin (8/11/2021)

Meski demikian, dirinya tetap optimis dalam menjalankan tugasnya. Agar bantuan itu segera dicairkan, maka pihaknya meminta semua petugas yang terlibat untuk kerja lembur.

“Insya Allah minggu depan sudah bisa dicairkan,” ujar dia.

Pria yang akrab disapa Kamil itu menambahkan, masing-masing penerima akan mendapatkan insentif senilai Rp1,2 juta dari anggaran keseluruhan Rp1,2 miliar. Pada tahap pertama yang sudah diberikan bantuan sebanyak 358 guru ngaji. Sedangkan tahap kedua 267 orang.

“Tidak semua guru ngaji diberikan bantuan, akan dipilah mana yang lebih layak mendapatkan. Menyesuaikan dengan anggaran. Target kami sebanyak 1000 guru,” tutur dia.

Menurut dia, bantuan disalurkan melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar. Bantuan itu sifatnya stimulan agar guru ngaji semangat mendidik.

“Beberapa tahap akan dilakukan. Tahun depan akan terus dilakukan mengingat guru ngaji adalah guru agama yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Kamil juga meminta tolong kepada guru ngaji untuk menanamkan dua hal kepada anak didiknya. Pertama, mengajak anak didiknya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Juga mengingatkan protokol kesehatan kepada warga di sekitarnya.

“Di masa pendami Covid-19 penerapan protokol kesehatan guru ngaji wajib dilakukan,” paparnya.

Masih menurut Kamil, bantuan itu setiap tahunnya akan dilakukan verval, apabila sudah tidak mengajar lagi maka insentif dicabut.

“Semua penerima akan dicatat agar tidak terjadi double penerima,” tandasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *