Pencairan BPOPP Madrasah Aliyah Molor hingga 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MOLOR: pencairan biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) tertunda.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pamekasan memastikan pencairan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang dijadwalkan pada tahun 2020 tersalurkan. Hal itu tidak bisa terlaksana lantaran waktu untuk pengurusan berbagai administrasi yang dibutuhkan dalam pencairannya tidak mencukupi.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Pamekasan, Rasul, pencairan BPOPP setiap lembaga pendidikan di jenjang Madrasah Aliyah (MA) langsung diproses  masuk rekening sekolah masing-masing secara non tunai melalui Bank Jatim, namun untuk tahap triwulan ke-4 tahun 2020 dengan sangat terpaksa harus diproses di awal tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Terkait BPOPP, beberapa hari ke depan proses pencairan anggaran 2020, pada 3 bulan terakhir,”paparnya. Selasa (5/1/2021).

Dijelaskannya, BPOPP tersebut untuk lembaga pendidikan setara Madrasah Aliyah (MA) yang berada dalam pengawasan Kankemanag baru pertama kali mendapatkan BPOPP yang merupakan program dari Pemerintah Jawa Timur yang melalui program Nawa Bhakti Satya. Namun dari 109 penerima yang sudah terdata belum satu pun yang menerima dana tersebut.

“Kita baru pertama, kita kan dapatkan pada 3 bulan terakhir, yakni pada bulan  Oktober, November, dan Desember. Karena memang programnya di injury time, mendekati bulan Desember,”ulasnya.

Rasul memaparkan masalah molornya pencairan  dari pemerintah provinsi itu disebabkan waktu yang tersedia sangat minim untuk mempersiapkan segala persyaratan proses pencairan.

“Di Pamekasan ada 109 lembaga pendidikan yang menerima, sesuai dengan SK Kanwil Kemenag Jatim, dengan rincian persisnya mendapatkan bantuan sebesar Rp60 ribu, tetapi bantuan tersebut untuk kepentingan operasional sekolah,”ujarnya.

Dia berharap, adanya bantuan pendidikan bisa terus memotivasi para pengelola pendidikan dalam memaksimalkan indikator pencapaian pendidikan yang sudah dirancang dengan baik, sehingga lulusannya bisa berkiprah untuk menjadi pelopor perbaikan di masa depan.

“Kami harapkan kualitas pendidikan semakin baik,”pungkasnya. (rul/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *