KABARMADURA.ID | SUMENEP-Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) siswa SMA/SMK sederajat di Sumenep tahap IV ditunggu pencairannya. Jatah pencairan tahap IV tahun 2023 itu sekitar senilai Rp4,7 miliar.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Budi Sulistyo mengatakan, dengan tidak cepat cairnya BPOPP, dikhawatirkan semua sekolah menarik sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) pada siswa. Untuk antisipasi, dia akan memantau sekolah-sekolah untuk memastikan tidak adanya penarikan SPP.
“Jika diketahui adanya penarikan SPP, maka akan ditindak,” tegasnya.
Budi memperkirakan tujuh hari lagi sudah dipastikan dicairkan. Besaran BPOPP untuk SMA senilai Rp70 ribu per siswa. Untuk SMK nonteknik Rp110 ribu per siswa. Kemudian, untuk SMK teknik Rp135 ribu per siswa setiap bulannya.
Dari dana BPOPP tahap IV senilai Rp4,7 miliar itu, untuk sekolah swasta senilai Rp3,1 miliar dan Rp1,6 miliar untuk sekolah negeri.
BPOPP merupakan bagian dari program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Keseluruhan anggarannya mencapai Rp10.747.455.000. Dana itu dicairkan untuk 21.890 siswa. Pencairannya dalam empat tahap, di tahap terakhir atau IV, sekitar Rp 4,7 miliar yang belum dicairkan.
“Untuk tahap IV hingga saat ini masih belum cair. Kami sifatnya menunggu, sebab dana itu langsung dari Pemprov Jatim,” katanya, Selasa (5/11/2023).
Proses realisasi BPOPP lembaga negeri dilakukan setiap bulan. Sementara swasta tiga bulan sekali. Bantuan itu merupakan salah satu sumber pendapatan bagi sekolah. Penggunaannya untuk pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak terkaver melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) reguler.
“Ya semoga saja dana BPOPP di Sumenep cepat cair,” pungkasnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





