Pencairan DD Molor Akibat Laporan RAPBDes Lelet

News64 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) berupa dana desa (DD) tahun ini mulai direalisasikan. Bahkan data realisasi sudah mencapai 80 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Supardi, Minggu (19/3/2023).  

Pihaknya mendesak agar realisasi DD dari setiap desa tuntas sebelum triwulan pertama. Secara umum percepatan pencairan DD berada di tangan pemdes. Kondisi di lapangan, pencairan DD dari instansinya sering molor lantaran penetapan rencana anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) telat. Bahkan terkadang ada desa yang mengabaikan adanya laporan itu. 

“Maksudnya sesuai ketentuan rencana belanja APBDes rampung di akhir tahun, maka awal tahun realisasinya lebih cepat untuk anggaran tahun berikutnya,” ujarnya kepada Kabar Madura. 

Baca Juga:  Legislator Sumenep Tagih Kepastian Dana Rehabilitasi Pelabuhan di Kepulauan 

Pihaknya menuturkan, serapan DD tahap pertama sudah mencapai 80 persen. Yakni, dari 334 desa, sedikitnya ada 244 desa di daerah yang identik dengan slogan Kota Keris yang sudah mampu memanfaatkan DD. Baik untuk padat karya maupun bantuan langsung tunai (BLT) melalui DD. 

“Yang menjadi kendala, lantaran belum tuntasnya RAPBDes. Ini merupakan  penyakit tahunan mengenai pelaporan keuangan. Untuk nominal DD di setiap desa cukup bervariasi, tergantung jumlah penduduk dan luas wilayahnya, untuk wilayah yang luas rata-rata mendapat DD Rp2 miliar,” tuturnya. .

Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *