oleh

Pencairan Insentif Guru Ngaji dan Madin di Bangkalan Tunggu SK Bupati

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Insetif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) tahun 2021 mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Sebab, sampai memasuki triwulan pertama bantuan untuk keagamaan itu tak kunjung dicairkan.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mendesak agar Pemerintah Kabupaten lebih serius memperhatikan nasib guru ngaji dan madin. Bahkan mendesak agar akhir bulan ini insentif guru ngaji dan madin segera dicairkan.

“Guru ngaji dan Madin ini sudah menunggu, harus segera dicairkan sebab sudah masuk bulan ketiga,” desaknya.

Politisi dari Partai PPP ini mengungkapkan, agar segera mempercepat proses pencairan agar tidak selalu telat. Mengingat pencairan dilakukan setiap triwulan sekali dan tidak pernah tepat waktu.

“Tolong tahapan dan verifikasi dipercepat agar penerima insentif bisa segera memanfaatkan bantuan tersebut,” pintanya.

Terpisah, Ketua Koordinator Kabupaten (Korkab) Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Bangkalan guru ngaji dan madin Moh. Kamil mengakui, bahwa insentif belum dicairkan. Dia mengatakan, prosesnya saat ini masih tahap pengajuan surat keterangan (SK) kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

“Belum, ini kan masih awal tahun, bulan Januari, Februari dan Maret. Nanti insya Allah cair April,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini nominal insentif guru ngaji dan madin tidak ada kenaikan atau tetap seperti Tahuan sebelumnya. Di mana per-bulan setiap guru ngaji dan madin mendapatkan insentif sebesar Rp200 ribu. Maka, jika pencairan setiap triwulan sekali, guru ngaji dan madin mendapatkan Rp600 ribu.

“Untuk proses pencairan masih pengajuan SK bupati. Penerima tetap sekitar 9 ribu guru ngaji dan madin. Masih sama seperti tahun lalu,” jelasnya.

Kamil menambahkan, untuk tahun ini tidak ada penambahan penerima insentif. Untuk total penerima yakni sebanyak 9.432 guru ngaji dan madin. Penerima ini kata Kamil, tergantung dari penerima setiap kecamatan.

“Jika tiap kecamatan melebihi kuota yang ditentukan, maka penerima harus bergiliran. Insentif ini untuk meningkatkan kualitas guru ngaji dan madin,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed