Pencuri Kotak Amal Didominasi Anak Putus Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MIRIS: Para tersangka kasus pencurian kotak amal saat diamankan oleh Polres Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Komplotan sindikat pencuri kotak amal yang belakangan ini kerap meresahkan warga Pamekasan kini telah berhasil diringkus oleh Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan. Terdapat 11 tersangka dalam kasus ini, namun satu orang masih berstatus buron.

Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Pamekasan, AKP Adhi Putanto Utomo mengungkapkan, dari 11 tersangka, ternyata ada seorang tersangka berinisial S yang merupakan pelajar aktif di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pamekasan.

Bacaan Lainnya

S sendiri merupakan warga Gladak Anyar yang masih berusia 19 tahun. Adhi menyayangkan tindakan S karena dirinya masih tergolong di bawah umur. S diringkus bersama 9 tersangka lainnya. Meski begitu, S diketahui negatif pada hasil pemeriksaan narkoba.

Selain itu, satu tersangka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu F. Dia merupakan warga Bulangan Haji Kecamatan Pegantenan. Pihaknya sudah berusaha melakukan pencarian ke kediaman F namun pihaknya tidak berhasil menemukannya.

Menurut informasi yang diterimanya dari warga setempat, F sudah pergi ke luar Kabupaten Pamekasan. Diyakini, kepergiannya untuk menghindari penangkapan oleh aparat kepolisian. Seluruh tersangka itu dikomandani oleh D yang masih tergolong di bawah umur, karena masih berusia 17 tahun.

Adhi mengungkapkan, rata-rata para pelaku pencurian kotak amal itu merupakan anak putus sekolah. Sementara hasil curiannya digunakan untuk berfoya-foya dan bersenang-senang. Jumlah curian yang berhasil diamankan tidak lebih dari Rp5 juta.

Pencurian tersebut terjadi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) 11 di antaranya itu terjadi di masjid dengan membawa kotak amal yang sedang tidak diawasi takmir masjid. Pihaknya meminta para takmir menyiapkan piket masjid agar aman.

“Sejauh ini, tidak ada keterlibatan mereka dengan kelompok teroris. Kalau ada, berarti bertentangan dengan ideologi mereka. Karena kan mencuri perbuatan dosa,” jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin turut memberikan perhatian kepada tersangka kasus pencurian kotak amal itu. Menurutnya, para tersangka mestinya melanjutkan pendidikan agar memiliki masa depan yang cerah.

Oleh sebab itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Pamekasan untuk memperhatikan anak-anaknya dan selalu mengawasi pergaulan anaknya agar terhindar dari gaya pergaulan negatif..

“Orang tua harus selalu mengawasi. Karena ini asset masa depan. Tidak boleh dirusak hanya oleh pergaulan,” imbaunya. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *