oleh

Pendaftar Banpres di Sumenep Meluber

KABARMADURA.ID, Sumenep – Pendaftar Bantuan Presiden (Banpres) produktif usaha mikro (BPUM) mencapai 1000 lebih dalam setengah hari. Banyaknya pendaftar cukup berpotensi untuk menyeleksi keberadaan calon penerima bantuan. Sehingga penerima merupakan para pemilik usaha produktif sesuai ketentuan dari penyaluran bantuan tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro, Sumenep Abu Yasis Zein mengatakan, pendaftar bantuan cukup membludak. Mereka datang dari berbagai desa dan Kecamatan. “Kami benar-benar diserbu pendaftar, kami sempat kewalahan dari saking banyaknya pendaftar,” katanya, Selasa (20/10/2020)

Menurutnya, banyak pendaftar tidak memenuhi persyaratan. Utamanya mengenai keterangan usaha. Sebab, keterangan usaha tersebut ada peternak kambing, peternak ayam dan peternak sapi. Padahal, itu bukan usaha produktif.

“Yang dimaksud usaha produktif toko, mebel dan lainnya yang jika diterima akan mendapatkan Rp2,4 juta,” ujar dia.

Jika dijumlah keseluruhan sebanyak 20 ribu lebih pendaftar dari tahap pertama hingga tahap saat ini. Semua pendaftaran diharapkan akan mendapatkan bantuan sesuai persyaratan yang ada. “Saat ini sangat banyak pendaftar. Bahkan, satu kartu keluarga (KK) mendaftar semua,” paparnya.

Dari saking kewalahan mengurus pendaftar dirinya memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menertibkan. Dijalan raya hingga kantor pendaftar cukup meluber.  “Sungguh kami terkejut dan susah mengurus pendaftar harus antri berjam-jam,” tuturnya.

Dia menjelaskan, penerima bantuan hingga saat ini sebanyak 7.280 orang dari tahapan sebelumnya. Pendaftaran akan dilakukan hingga 26 November 2020. “Bagi yang punya usaha produktif di Sumenep yang belum daftar segera daftar,” tuturnya.

Diketahui, program itu disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Nasional Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri Syariah.  Bantuan modal tersebut sifatnya hibah, bukan pinjaman. Penerima tidak mengembalikan uang tersebut yang sudah cair.

Sementara cara mendaftar BPUM BRI dan bank pemerintah lainnya yakni pelaku usaha mikro diusulkan lembaga pengusul. Lembaga pengusul itu yakni dinas yang bertanggung jawab atas koperasi dan UKM, koperasi yang telah disahkan menjadi badan hukum oleh Kementerian atau lembaga, dan perbankan serta perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK.

Sebelum diusulkan lembaga di atas, pelaku UKM bisa melengkapi syarat yang diperlukan, yakni, NIK, nama lengkap, alamat tempat tinggal sesuai KTP, Bidang usaha, nomor telepon dan ada tanda tangan kepala desa (kades).

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, kesalahan Fatal yang dilakukan pendaftar merupakan tanggung jawab Dinkop dan Usaha Mikro. Setidaknya, ketika ada kesalahan persyaratan bukan malah diterima. Tetapi, disuruh balik lagi untuk memenuhi persyaratan.

“Sebelumnya juga harus ada pengarahan dari dinas terkait agar masyarakat tidak ada kesalahan persyaratan,” sarannya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed