Pendaftar PTPS Minim, Bawaslu Kewalahan

  • Whatsapp
Foto:KM/SUBHAN-Jalaluddin, Komisioner Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sampang

Kabarmadura.id/SAMPANG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sampang menyebut antusiasme masyarakat untuk mendaftar tenaga pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) pada pemilihan umum (pemilu) 17 April 2019 mendatang, relatih rendah. Paska dibukanya rekrutmen PTPS itu, hingga kini masih segelintir yang mendaftar.

Sejak tanggal 4-10 Februari kemarin, Bawaslu Sampang sudah menginformasikan ke masing-masing kecamatan tentang pendaftaran PTPS tersebut. Pada tanggal 11-21 Februari masa penerimaan berkas perdaftaran resmi dimulai. Namun sampai sekarang pendaftar PTPS itu masih sangat sedikit, setiap kecamatan baru ada pendaftar sekitar 7-10 orang, sedangkan kebutuhan mencapai 3.692 orang.

Komisioner Bawaslu Sampang Divisi Organisasi dan SDM Jaluddin mengatakan, masa pendaftran PTPS masih berlangsung selama tiga hari dan akan berakhir tertanggal 21 Februari mendatang. Jumlah pendaftar hingga saat ini masih sedikit, karena masyarakat masih banyak yang belum tahu dan sebagian masih melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

Adapun persyaratan mendaftar PTPS itu, meliputi warga Negara Indonesi (WNI), berusia minimal 25 tahun, berintegritas, berkeprpibadian kuat, jujur dan adil, sehat jasmani, rohani dan bebas dari penyalah gunaan narkoba, jenjang pendidikan terakhir minimal SMA/sederajat, diutamakan berdomisili di TPS atau desa setempat.

”Antusiasme masyarakat untuk mendaftar PTPS relatif rendah. Jumlah pendaftar masih sangat minim, karena masa pendaftaran baru dibuka dan masih berlanjut hingga tanggal 21 mendatang. Kami harap masyarakat yang memenuhi syarat silahkan mendaftar di masing-masing kecamatan,” ucap Jalaluddin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/2).

Ia menjelaskan, mekanisme rekrutmen PTPS kali ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya berkas semua pendaftar langsung diferifikasi oleh Penitian Pengawas Kecamatan (Panwascam)  dimasing-masing wilayah. Jika berkas pendaftar dinyatakan lengkap, maka langsung dilakukan tes wawancara, karena tidak ada tes tulisnya.

Jalal menambahkan, kebutuhan tenaga PTPS pada pemilu mendatang, disesuaikan dengan jumlah TPS yang tersebar di 186 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Sedangkan kontrak kerja tenaga PTPS berlangsung selama 1 bulan, tenaga PTPS diangkat pada H-27 pelaksanaan pemilu dan kontrak berakhir maksimal 7 hari paska pemilu.

”Tenaga PTPS yang dibutuhkan untuk mengawasi pelaksaan pemilu di setiap TPS sebanyak 3.692 0rang, setiap TPS diawasi oleh satu orang,” ungkapnya.

Disinggung soal besaran honor tenaga PTPS tersebut, Jalal berdalih tidak mengatahui, karena untuk keuangan ada bidang yang menangani tersendiri. Pihaknya mengaku hanya fokus memantau proses dan progres rekrutmen PTPS di setiap Kecamatan.

”Kami tidak ikut campur soal honor. Ada sekertariatan yang menanganinya. Kami hanya fokus pada rekrutmennya,” pungkasnya. (sub/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *