Pendaftaran Haji di Sumenep Ditutup, Pembayaran ke Bank Tidak Absen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MENANTI: Para pendaftar untuk melakukan haji, diharapkan bersabar. Sebab, masih masa PPKM.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 berlangsung pelayanan pendaftaran haji di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep ditutup. Bahkan, sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat) ditutup.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep Innani Mukarromah mengatakan, meski penutupan siskohat dilakukan. Tetapi, pembayaran terhadap bank tetap berlangsung. Sebab, hal tersebut merupakan syarat agar nantinya mendapatkan validasi sebagai pendaftar.

Bacaan Lainnya

“Kalau siskohatnya ditutup, tetapi pembayaran pada bank tetap berlanjut,” katanya,” Minggu (15/08/2021).

Diketahui, penutupan pelayanan tersebut sesuai dengan SE Menteri Agama Nomor 18 tahun 2021. Sehingga masyarakat yang akan mendaftarkan di siskohat ditutup.

“Untuk pendaftaran awal sebanyak 25 juta,” paparnya.

Dirinya menambahkan, petugas di kantor Kemenag Sumenep buka dengan jumlah pegawai yang terbatas. Rata-rata pendaftaran haji selama Covid-19 ini mengalami penurunan dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

“Meski ditutup, pembayaran tetap berlanjut,” ulasnya.

Dengan penutupan sementara layanan pendaftaran haji, Innani mengimbau agar masyarakat yang hendak mendaftar sebaiknya bersabar dan menunggu aturan selanjutnya.

Sementara itu untuk pembatalan atau penarikan biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) selama PPKM masih tetap bisa dilakukan. Innani mengaku bahwa calon jemaah haji (CJH) tahun 2020-2021 yang akan mengambil setoran BPIH masih bisa dilakukan.

Pembatalan atau pengambilan BPIH tetap dilayani. Nanti tinggal menghubungi bagian kantor Kemenag Sumenep. Karena ini darurat dan dikhawatirkan dibutuhkan. Kemudian akan kirimkan di rekening awal pembayaran.

”Terpenting syarat semua terpenuhi. Semua CJH diberi kebebasan seluas-luasnya. Silahkan yang membutuhkan diambil uangnya,” pungkasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *