Pendamping PKH Sampang Dilatih Pahami Regulasi DBHCHT

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) SERIUS: Dinsos dan PPPA Sampang menggelar sosialisasi mengenai cukai rokok terhadap para pendamping PKH di wilayah itu pada Rabu (22/9/2021).

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dan PPPA) Sampang menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan Dana bagi Hasil Cukai dan hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 terhadap para tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Bertempat di aula kantor Dinsos Sampang pada Rabu (22/9/2021), kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan diikuti sekitar 50 orang pendamping PKH perwakilan dari setiap kecamatan. Narasumbernya dihadirkan langsung dari Kantor Bea Cukai Pamekasan, Bagian Perekonomian Setkab Sampang dan dari Dinsos dan PPPA Sampang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos dan PPPA Sampang Fadeli menuturkan, sosialisasi itu bertujuan memberikan pemahaman kepada para tenaga pendamping, meliputi pendamping PKH dan petugas lapangan lainnya.

Para tenaga pendamping diharapkan dapat mengetahui dan memahami seputar peraturan perundang-undangan DBHCHT tersebut, misalkan terkait permasalahan bea cukai dan rokok ilegal. Sehingga ke depan, permasalahan rokok ilegal di Sampang dapat diatasi secara bersama-sama.

“Output dari sosialisasi ini, para pendamping PKH dan tenaga pendamping lainnya dapat memahami terkait peraturan dan perundang-undangan rokok ilegal dan bea cukai,” tuturnya.

Menurut Fadeli, permasalahan bea cukai dan rokok ilegal tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja, harus ada sinergi semua pihak terkait dan didorong oleh semua kalangan, tidak terkecuali masyarakat umum.

Para pendamping PKH yang sudah memahami peraturan perundang-undangan DBHCHT itu, diminta untuk mensosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya dan wilayah kerjanya masing-masing.

Sehingga masyarakat  Sampang juga dapat memahami tentang cukai dan rokok ilegal tersebut. Dengan begitu, bisa timbul kesadaran kolektif untuk memerangi peredaran rokok ilegal di wilayahnya.

“Kami minta, kegiatan ini tidak selesai sampai di sini, tetapi ditindaklanjuti oleh para pendamping agar terus disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga nanti semua elemen dapat memahami peraturan perundang-undangan tentang bea cukai dan rokok ilegal ini,” tutup Fadeli.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *