oleh

Pendapatan Anjlok, Sejumlah Restoran di Pamekasan Tidak Mampu Bayar Pajak

Kabarmadura.id/Pamekasan–Sejumlah restoran dan rumah makan di Pamekasan, tercatat menunggak pembayaran pajak selama berbulan-bulan. Para pemilik usaha berdalih sepi pengunjung semenjak wabah Covid-19 melanda. Akibatnya, para pelaku usaha tidak mampu membayar pajak.

Salah satu pemilik rumah makan padang di Jalan Jokotole Pamekasan Farida menjelaskan, sejak adanya wabah Covid-19, pendapatan usahanya belakangan ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Bahkan, setiap hari dia harus mengeluarkan modal sebesar Rp4 juta, sementara pendapatannya hanya berkisar Rp2 juta. Sementara dia harus membayar 15 orang karyawannya.

Dia mengeluh dengan kewajiban pajak yang ditanggungkan kepadanya. Padahal, saat ini sejumlah sektor usaha mulai mengalami penurunan omset akibat Covid-19. Dirinya berharap, pemerintah bisa memberi keringanan pajak pada sektor usaha yang terdampak wabah Covid-19.

Sebab menurutnya, selain terbebani dengan anjloknya omset penjuan, dirinya masih terbebani oleh pajak tanah dan bangunan yang harus dibayar setiap tahunnya.

“Penghasilan kami sudah sangat menurun, tapi saat yang lain memecat karyawannya kami tidak melakukan itu, kasihan,” ucapnya, Selasa (11/8/2020).

Sementara itu, salah seorang perwakilan Manager Restoran Puteri Rohma mengaku, pihaknya bukan bermaksud untuk tidak membayar pajak, melainkan situasi yang tidak menentu akibat Covid-19 belakangan ini membuat pendapatannya menurun, sehingga pihaknya harus telat membayar pajak.

Selain itu, dia mengungkapkan, wabah Covid-19 telah banyak membuat penghasilan usahanya turun drastis. Sementara restorannya tidak setiap hari buka. Sejak wabah Covid-19 melanda, usahanya hanya buka tiga hari dalam seminggu.

“Bukannya kami tidak ingin membayar pajak, cuma ya konidisnya seperti ini, bagaimana lagi,” ujarnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed