oleh

Pendapatan Justru Menurun, DokterBantah Panen Besar dari Wabah Covid-19

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Beredarnya anggapan di tengah masyarakat mengenai Covid-19 yang dikabarkan bahwa Covid-19 tidak lebih dari hanya sekedar produk kebohongan dan hanya bagian dari bisnis, disayangkan oleh sejumlah ahli medis dari unsur dokter spesialis dan dokter umum.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr H. Slamet Martodrdjo (RSUD SMart) Pamekasan dr. D. Ali Taufiq, tidak benar jika dikatakan Covid-19 merupakan sebuah bisnis.Dia mengungkapkan, dalam hal penanganan pasien Covid-19, pihaknya sama sekali tidak diuntungkan, bahkan dirugikan.

“Memang kami untung apa dari adanya wabah ini?, yang ada malah kami dirugikan,” ungkapnya.

Bagaimana tidak, dari keseluruhan jumlah pasien terinfeksi Covid-19 yang pihaknya rawat, sejauh ini yang ditanggung pemerintah sementara waktu hanya 25 persen. Baginya, tidak rasional jika suatu kebohongan bisa begitu sistematis hingga bisa menguasai dunia, bahkan masih belum ada negara yang merasa diuntungkan dengan adanya wabah Covid-19.

Lagipula, ujar Ali, jika benar Covid-19 adalah suatu produk kebohongan, maka risikonya akan luar biasa besar, sebab negara yang dirugikan oleh wabah virus ini bukan hanya satu dua negara, melainkan puluhan negara, bahkan hampir seluruh dunia turut merasakan kerugian dan kesulitannya dalam menghadapi wabah Covid-19 ini.

“Ini sesuatu yang bukan main-main, seluruh dunia merasakan efeknya, bagaimana kebohongan bisa sesistematis ini? Seluruh dunia loh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat mengungkapkan, lantaran adanya wabah Covid-19, dirinya yang setiap bulan bisa memperoleh pendapatan puluhan bahkan ratusan juta dari profesinya sebagai dokter spesialis, kini lantaran adanya wabah ini, pendapatannya berkurang sangat signifikan.

“Saya itu sebelum ada wabah ini, pendapatan bisa puluhan juta bahkan bisa sampai ratusan, setelah ada wabah ini saya dapat apa? bisnis dari mana?,” sesalnya.

Akibatnya, dia telah mengurangi jam praktik di kediamannya sendiri, bahkan jam praktek di RSUD SMart sendiri juga ikut terpangkas lantaran disibukkan menangani pasien terinfeksi Covid-19.Syaiful menyebut, akibat wabah Covid-19, banyak warga yang enggan ke rumah sakit dalam rangka memeriksakan kesehatannya, hal itu diduga karena takut.

Syaiful berharap, seluruh elemen masyarakat bisa menggunakan akal sehatnya untuk berfikir rasional dalam menyikapi wabah ini.Dia juga mengimbau masyarakat agar memasrahkan segala sesuatu kepada ahlinya, jika hal itu berkaitan dengan kesehatan, dia meminta agar masyarakat tidak berspekulasi dan memercayakan sepenuhnya kepada ahli medis yang jauh lebih mengerti perihal dunia kesehatan.

“Mari percayakan segala sesuatu pada ahlinya, jangan asal beranggapan, semua itu ada ahlinya, kalau soal kesehatan ya pasrahkan ke ahli medis,” tutupnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed