oleh

Pendataan BLT Ditargetkan Selesai 23 April, Legislatif Minta Ada Pengawasan Ketat

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menargetkan proses pendataan calon penerima Bantuan Langusng Tunai (BLT) selesai pada Kamis (23/4/2020) mendatang, sehingga cepat dikirimkan ke Kementerian Sosial (Kemensos).

“Taggal 23 April pendataan KPM selesai. Nantinya akan diketahui siapa saja penerima (BLT) itu,” kata Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim

Bupati dua periode tersebut mengimbau agar pendataan harus tepat sasaran. Tentunya yang benar-benar miskin dan belum mendapatkan bansos lainnya.

“Minta tolong masyarakat bawah juga harus mendampingi pendataan agar tepat sasaran,” paparnya.

Kepala Desa Pinggir Papas Sumenep Abdul Hayat mengatakan, dirinya mengaku siap untuk melakukan pendataan sesuai arahan pemerintah. Terlebih sudah ada surat edaran dari Pemkab Sumenep sejak Jumat (17/4/2020).

Surat yang dimaksud mengenai pendataan buruh harian, kuli, petani, sopir angkot, ojek, atau ojek online, tukang becak, nelayan, dan pedagang kaki lima. Saat ini sudah dilakukan. Bahkan, sudah menyetorkan data sebanyak 300 orang kepada Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep.

“Pendataan yang dimaksud nantinya KPM apa akan mengambil dari Dana Desa atau kemensos sendiri, yang penting saya sudah melakukan pendataan sesuai surat edaran,” tuturnya.

Pendataan tersebut dilakukan oleh perangkat desa atau tim satgas Covid-19 termasuk disaksikan oleh masyarakat setempat.

“Sebayak 20 orang lebih yang melakukan pendataan tersebut,” ujarnya.

Kepala Dinsos Sumenep Moh. Iksan mengatakan, pendataan KPM saat ini sudah dilakukan hingga Kamis (23/4/2020). Pihaknya berjanji akan melakukan pengawasan ketat dalam program BLT untuk warga desa yang terdampak Covid-19.

Hasil pendataan sementara sudah bertambah 8 ribu KPM dari semula 6 ribu KPM, jumlah tersebut sifatnya sementara.

“Nantinya akan dikirim ke kemensos RI,” paparnya

Tidak semua data nantinya dapat dikirim ke Kemensos RI. Saat ini, masih dilakukan koreksi kesepadanan. Dimungkinkan, data yang sudah masuk ke Dinsos masih ada data yang tidak sesuai prosesdur. Dalam artian, masyarakat yang terdata sudah menerima bansos lainnya.

“Intinya data dari desa tidak langsung ditelan mentah-mentah. Tetapi, masih diolah dan dicocokkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna mengharapakan, pendataan calon KPM harus cepat dilaksanakan, agar bantuan cepat tersalurkan kepada masyarakat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta pemerintah daerah, kepala desa, perangkat desa, pendamping desa dan juga masyarakat aktif mengawasi pelaksanaan program BLT ini. Hal itu untuk meminimalisir kecurangan dan tidak tepat sasaran.

“Selayaknya jangan ada pihak yang memanfaatkan wabah Covid-19 untuk kepentingan pribadi, termasuk mempermainkan dana BLT,” tegasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed