Pendataan Kepulangan PMI di Kabupaten Sampang Minim Sinergi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TANPA SINERGI: Pendataan kedatangan PMI asal Kabupeten Sampang di tengah wabah Covid-19 terkesan tanpa sinergi antara tim satgas dengan pihak Diskumnaker Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Di tengah wabah Covid-19 jumlah kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang terus meningkat. Sayangnya, upaya pendataan kedatangan para pejuang devisa asal Kota Bahari itu, terkesan tanpa sinergi antara Tim Satgas Covid-19 dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura dari Tim Satgas Kabupaten Sampang, pada Sabtu malam (09/05/2020) terdapat sebanyak 42 PMI asal Kota Bahari yang dipulangkan dari Malaysia. Rinciannya, 4 orang turun di Bangkalan dan melanjutkan perjalanam melalui jalur utara. Kemudian sebanyak 38 orang lainnya transit di posko satgas pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19 di Jembatan Timbang Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik.

Bacaan Lainnya

Saat tiba di posko Jembatan Timbang, puluhan migran itu diperiksa serta didata sebelum dipulangkan ke wilayah masing-masing. Petugas juga menyarankan agar para migran melakukan isolasi mandiri, wajib bermasker, jaga jarak dan menghubungi petugas atau tempat pelayanan kesehatan terdekat jika ada gejala.

“Tim Satgas sudah lakukan tracing agar semua PMI ini terdata, dicek  kesehatannya dan kami arahkan untuk isolasi mandiri, kami juga akan pantau terus perkembanganya,” kata Juru bicara tim Satgas pencegahan penanganan wabah covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi, Minggu (10/5/2020).

Ditanya soal jumlah PMI yang datang ke daerah berjuluk Kota Bahari itu,  Djuwardi berdalih untuk data kepulangan PMI asal Sampang yang lebih lengkap itu berada di Diskumnaker Sampang.

“Untuk data lengkapnya langsung ke Diskumnaker Sampang saja, kami sudah serahkan datanya,” kelitnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Diskumnaker Sampang Suhartini Kaptiati melalui Kasi Penempatan dan Tenaga Kerja Agus Sumarso mengaku, pihaknya tidak pernah menerima data kedatangan PMI dari tim satgas Covid-19. Bahkan pihaknya mengaku sudah pernah meminta data tersebut, tapi sampai saat ini belum diperoleh. Dirinya menegaskan, selama wabah Covid-19 itu, pihaknya tidak pernah tahu kedatangan para pejuang devisa itu.

“Kami (Diskumnaker, red) kemarin sudah minta data PMI yang datang selama dua bulan terakhir ini ke satgas Covid-19, tapi tidak dikasih sampai hari ini. Saya tidak tahu jumlah PMI yang sudah datang ini, bahkan PMI yang datang kemarin malam saja, kami baru tahu sekarang,” terangnya.

Pria paruh baya yang akrab disapa Agus itu menjelaskan, data PMI yang baru datang itu, sejatinya diperlukan untuk dimasukkan ke program prakerja dan sebagainya. Selama ini, Diskumnaker tidak pernah melakukan pendataan, biasanya data itu dikasih dari Provinsi Jatim, tetapi untuk data kedatangan PMI itu tidak ada tembusan, pihaknya hanya menerima data PMI yang meninggal untuk difasilitasi pemulangannya.

“Mau bagaimana lagi, kalau memang belum dikasih datanya oleh tim satgas Covid-19 untuk ditindaklanjuti dan dibantu, bahkan ke provinsi saya sudah pernah meminta, tapi belum dikasih juga,” timpalnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *