Pendataan Pedagang Pasar Amburadul, Disperindag Sumenep Mengulur Waktu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) AMBURADUL: Pendataan pedagang pasar di Kota Keris hingga akhir tahun tidak ada kejelasan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pendataan pedagang Pasar di Sumenep semakin amburadul. Pasalnya, data yang sudah masuk pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus dilakukan data ulang. Sehingga, kevalidan data tidak ada ujung penyelesaian. Padahal saat ini sudah hampir akhir tahun 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Shocibi saat dikonfirmasi selalu mengelak tentang kevalidan data pedagang pasar. Dia berdalih sibuk pada kegiatan yang lainnya. Padahal pendataan tersebut dilakukan sejak awal Mei lalu.

Bacaan Lainnya

“Pendataan pedagang pasar masih tidak ada kejelasan mas. Bahkan, saat ini terus bertambah. Kami sudah lakukan (pendataan). Tetapi, kayaknya masih lama,” katanya, Selasa (9/11/2021).

Dia mengakui, pendataan pedagang pasar hingga saat ini masih belum ada kejelasan. Hal itu dikarenakan setelah ada data yang masuk dan sudah valid ternyata ada pedagang lagi yang masuk. Sehingga perlu pendataan lagi.

“Data saat ini menjadi amburadul dengan terus bertambahnya para pedagang,” jelasnya.

Menurut Ardi, capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pedagang pasar saat ini masih minim, yakni kurang lebih Rp120 juta. Hal itu dikarenakan banyak pedagang yang keberadaannya tidak jelas.

“Atas ketidakvalidan dan terus bertambahnya data pedagang pasar, maka akan berpengaruh terhadap PAD pasar yang saat ini ditarget sebanyak Rp1,6 miliar,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menilai kinerja OPD buruk. Sebab, pendataan pasar hingga akhir tahun tidak ada kejelasan. Hal tersebut berpengaruh terhadap penarikan retribusi. Bahkan, kondisi itu juga rawan adanya manipulasi data pedagang.

“OPD terkait saatnya berbenah. Jika tidak demikian, maka kami yakin capaian PAD tidak akan mencapai target,” tegas dia.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *