Pendataan Pedagang Pasar di Sumenep Dinilai Tidak Sesuai Fakta Lapangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Pendataan pasar yang dilakukan Disperindag Sumenep dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pendataan pedagang pasar di Kota Keris tidak kunjung selesai. Bahkan, pendataan yang sudah dianggap valid tidak sesuai fakta di lapangan. Salah satunya di Pasar Lenteng Sumenep. Janggalnya jumlah data pedagang tersebut menjadi sorotan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep.

Berdasarkan pantauan harian pagi Kabar Madura, jumlah pedagang pasar di Pasar Lenteng sekitar 100 pedagang. Namun, berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep data terakhir hanya 12 pedagang.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, pendataan yang tidak sesuai di lapangan akan berakibat fatal terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Semakin sedikit data yang terinput. Maka, semakin kecil hasil penarikan retribusi.

“Kalau tidak sesuai dengan fakta di lapangan maka patut dipertanyakan. Kami akan pantau lebih lanjut tentang data pasar yang tidak beres,” katanya, Minggu (14/11/2021)

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berjanji akan memanggil dinas terkait. Jika data tidak ada perbaikan, maka persoalan itu bisa mengarah ke ranah hukum. Sebab, hal itu sudah berhubungan dengan data dan uang negara.

Menurut dia, pendataan harus rasional dan sesuai dengan fakta di lapangan. Agar tidak terjadi kebocoran pada PAD pasar. Pihaknya menekankan agar ada validasi ulang terkait data semua pedagang pasar.

“Masak di pasar-pasar hanya ada 3 atau 12 pedagang. Sedangkan, pasar di Lenteng atau di Manding pedagangnya pasti lebih dari data Disperindag,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Shocibi mengatakan, pendataan pedagang pasar di Sumenep termasuk di Pasar Lenteng sudah dilakukan pendataan. Dia berdalih pasar yang datanya sedikit tersebut karena cara rekapnya pada pasar harian serta pedagang harian.

“Jadi, tidak semua pedagang pasar di data. Namun, pasar harian,” tegas dia.

Meski demikian, dia berjanji akan memperbaiki hasil pendataan pasar tersebut. Menurut dia, akan dilakukan evaluasi terhadap bawahannya yang telah mendata. Sebab, yang mendata adalah staf atau kasi.

“Jika ada ada kesalahan akan diperbaiki,” ucap dia

Diketahui sebelumnya, hasil pendataan saat ini yang sudah valid di antaranya Pasar Lenteng ada 12 pedagang, Manding ada 3, Gapura ada 7. atas ketidakvalidan dan terus bertambahnya data maka akan berpengaruh terhadap PAD pasar yang saat ini ditarget sebanyak Rp1,6 miliar.

Sememtara, data pasar di Sumenep sebanyak 31 pasar. Yakni, Pasar Anom Baru, Lenteng, Rubaru, Nyapar di Dasuk, Gapura, Prenduan, Ganding, Banasare di Rubaru, Kolpo di Batang-Batang, Manding, Shoping Centre, Bluto, Bangkal Toko, Ambunten, Basoka di Rubaru, Pasongsongan, Dungkek, Guluk-guluk, Lenteng Barat, Batang-Batang, Beringin, Dasuk, 17 Agustus, Keles di Ambunten, Batuputih dan Pasar Bicabbi di Dungkek.

 

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *