Pendidikan Politik Tak Jelas, Banpol Rp1,4 Miliar Disoal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN)

KABARMADURA.ID, Sampang -Realisasi dana bantuan partai politik (banpol) yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang tahun ini sebesar Rp1,4 miliar dinilai mubazir. Sebab, dana tersebut asaz manfaatnya dinilai tidak jelas, bahkan hanya dijadikan bahan bancakan untuk parpol.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sampang Ilzamuddin mengatakan, selama ini fungsi parpol dalam menjalankan dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat yang biayai dari dana banpol itu tidak maksimal.

Bacaan Lainnya

Dirinya menceritakan, ketika menghadiri undangan dari salah satu parpol di Sampang, pihaknya mengaku sudah pernah mempertanyakan terkait pendidikan politik dan pengkaderan yang dijalankan parpol. Sayangnya hingga saat ini belum ada tindak lanjut, padahal Pemkab Sampang sudah gelontorkan dana banpol hingga miliaran.

“Pendidikan politik dari parpol belum maksimal, kami curiga dana banpol ini hanya sebagai ongkos koalisi, karena asaz manfaatnya belum jelas,” ucap Ilzam kepada Kabar Madura, Selasa (10/11/2020).

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang Abdul Azis. Kata dia, setiap parpol penerima dana banpol harus bertanggung jawab dan merealisasikan sesuai dengan juknis yang telah ditentukan.

Di sisi lain, harus ada penekanan dari pemerintah setempat, harapannya dana banpol itu dapat direalisasikan dan dipertanggungjawabkan secara transparan, serta bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat, tidak hanya dinikmati oleh oknum saja.

“Mestinya banpol ini memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat, misal melalui pendidikan politik dan semacamnya. Tapi kenyataannya, selama ini manfaat banpol belum jelas,” urainya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Antar Lembaga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sampang Abd. Rahem menerangkan, peruntukan dana banpol itu sebagai stimulus bagi parpol, meliputi operasional, pengkaderan dan lain semacamnya, sebagaimana telah diatur dalam dalam petunjuk teknis penggunaan dana banpol dan regulasi yang ada.

Besaran dana banpol yang diterima masing-masing parpol tidak sama, karena berdasarkan perolehan suara sah pada saat pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan legislatif kemarin. setiap suara sah dihargai Rp1.976, jadi tinggal dikalikan dengan jumlah perolehan suara masing-masing partai yang memiliki jatah kursi di DPRD setempat.

“Sampai saat ini tinggal satu parpol yang belum cair banpolnya, sementara parpol lainnya sudah merealisasikan, tinggal laporan pertanggung jawabannya,”bebernya.

Sambung Rahem, parpol di Sampang yang mendapatkan jatah banpol terbanyak yakni PKB sebesar Rp293 juta, karena mendapatkan 7 kursi dengan total perolehan suara sah sebanyak 148.490, sementara partai terendah yakni PBB Rp37 juta, 1 kursi dengan perolehan 18.767 suara sah pada pilkada kemarin. (sub/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *