oleh

Pendidikan Tinggi Kini dan Identitas Intelektual Muslim

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemandangan yang cukup asyik terjadi pada hari Ahad (1/11/2019). Pagi itu, Muslimah Milenial Community (MMC) mengadakan diskusi publik yang bertemakan “Pendidikan Tinggi Saat ini dan Identitas Intelektual Muslim”.

Tema yang menjadi materi diskusi yang dipusatkan di Perpustakaan Umum Pamekasan itu, diangkat berdasarkan realita yang ada saat ini, yaitu banyak sekali kalangan intelektual yang enggan mengetahui identitas dirinya yang saat mulia sebagai mahasiswa muslim, dan keistimewaan lainnya.

Diskusi pagi itu semakin menggugah intelektual, karena ditemani langsung oleh dua pemateri yang luar biasa, yakni Zulaekah, M.E.I dan Heny Triyaningsih, M.A. terlebih, kedua pemateri itu didampingi oleh kak Mayke Nabila yang bertindak sebagai host pada diskusi menarik hari tersebut.

Setidaknya ada sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa di Pamekasan, bahkan ada salah satu mahasiswa dari Bangkalan. Antusiasme peserta pagi itu sangat luar biasa, sebab kedua pemateri mampu menyajikan pemaparan yang sangat luar biasa dan detail.

Diawali dengan pembacaan ummul kitab oleh host, diskusi publik yang dimulai pukul 08.30 WIB itu, dilanjutkan pada pemaparan yang menyegarkan pemikiran dari pemateri pertama.

“Dalam sejarah Islam telah tercatat kebijakan pada khalifah yang telah menyediakan pendidikan tinggi yang gratis dan berkualitas kepada rakyatnya, memberikan fasilitas umum dan juga perpustakaan dengan buku-buku yang sangat menunjang keilmuan para intelektual pada masa itu. Sebenarnya di dalam Islam biaya pendidikan ditanggung oleh negara, namun di dalam Islam pun juga tidak melarang inisiatif rakyatnya, khususnya mereka yang kaya untuk berperan serta dalam pendidikan. Semua itu ada pada masa kejayaan Islam dulu. Di dalam visi dan misi perguruan tinggi sekarang, haruslah merujuk pada perguruan tinggi pada masa peradaban Islam yang akan melahirkan generasi intelektual hebat ,seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan lain-lain. Mereka semua terdidik oleh visi yang jelas dalam perguruan tinggi. Yakni kemuliaan Islam dan kaum muslimin, menjadi intelektual muslim yg visioner untuk peradaban sangatlah membutuhkan pendidikan kepribadian luar biasa, yaitu kepribadian Islam (pola sikap dan pola pikir Islam), sehingga akan melahirkan ekonomi, pendidikan, dan politik yang berkualitas untuk mensejahterakan rakyat,”.

Kemudian pemateri kedua juga menyampaikan beberapa penjelasannya, ” peradaban yang gemilang itu lahir dari sebuah ideologi (pemahaman), dan keyakinan kita tentang keimanan pada Allah, peran intelektual muslimah yang memiliki banyak potensi dalam segala bidang keilmuannya, seharusnya bisa menjadi ibu dan pengemban dakwah yang akan mengurusi urusan umat dengan Islam, intelektual muslimahlah yang seharusnya bisa menjadi pencetak generasi unggul yang mulia, semua ini hanya bisa didapatkan di dalam peradaban Islam yang mulia”.

Itulah beberapa penyataan yang luar biasa dari kedua pemateri hebat.

Dengan diiringi panduan semangat dari host intelektual hebat kini ada pertanyaan dari peserta. Pertama, ovi (mahasiswi Universitas Madura) ”andaikan umat Islam bersatu untuk menegakkan Islam, bisakah kebangkitan ini terjadi dan apa yang harus kita lakukan?”
Kedua, Diani (mahasiswi IAIN Madura): “kita
menginginkan Indonesia maju, bagaimana caranya agar Islam diterapkan, sedangkan di Indonesia?”

Dua pertanyaan itu langsung dijawab oleh kedua pemateri, yang kemudian langsung dilanjutkan ke acara testimoni dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh ustdzah Isnawati. (pin)

Komentar

News Feed